(Mazmur 24, Lukas 6 & 22)
Kehidupan Rohani – Mengalami Yesus Kristus sebagai Tuhan: Pelajaran 2
Copr. 2005, Bruce N. Cameron, J.D. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Jawaban yang disarankan terdapat di antara tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Sering saya bertanya pada diri sendiri “Apa yang pertama-tama harus saya lakukan?” Pertanyaan yang penting untuk dipikirkan, karena kalau tidak saya akan mendapati diri sedang mendahulukan hal-hal yang menarik perhatian saya, bukannya hal yang penting. Pelajaran kita minggu ini adalah mengenai prioritas kerohanian kita. Apa kita menjadikan hal-hal rohani sebuah prioritas, atau apa kita sekedar menangani hal-hal yang sementara menjadi perhatian kita. Mari selami pelajaran kita dan temukan apa yang Allah perlu sampaikan soal prioritas rohani.
1.
Tuhan atas Segala Sesuatu
1.
Baca Mazmur 24:1. Tuhan itu
tuan atas apa? (Segala sesuatu.)
2.
Baca Mazmur 24:2. Mengapa
Allah berhak menuntut keberkuasaan atas segala sesuatu? (Karena Ia
penciptanya. Ia menciptakan segala sesuatu, karenanya Ia pemiliknya.)
3.
Andai saudara memiliki usaha
dan pelanggan terbesar dan terbaik saudara menelepon. Akankan saudara
mengesampingkan semua pekerjaan lainnya agar bisa bertransaksi dengan pelanggan
terbaik saudara? (Bodoh jika melakukan hal lainnya.)
1.
Apa yang diajarkan oleh contoh
di atas tentang menjadikan Allah prioritas utama kita? (Satu alasan untuk
menjadikan Allah prioritas utama kita adalah bahwa Ia adalah “pelanggan
terbaik” kita karena Ia telah memberikan segala yang kita miliki.)
4.
Baca Mazmur 24:3. Coba geser
gagasan mengenai menghampiri Allah ke dalam konteks yang lain. Andai seseorang
memiliki seluruh kota saudara. Apa yang dapat menyebabkan saudara untuk perlu
menghampiri pemilik kota? (Kalau saudara menginginkan wewenang untuk melakukan
sesuatu. Kalau saudara menginginkan persetujuan. Kalau saudara mau
mengungkapkan syukur telah diijinkan tinggal di kota tersebut.)
5.
Baca Keluaran 19:5-6. Alasan apa
yang diberikan Allah bagi kita untuk menghampiriNya? (Kita akan menjadi
perwakilanNya. Kita mempunyai suatu hubungan istimewa denganNya.)
1.
Jenis perwakilan yang
bagaimanakah seorang imam itu? (Seorang yang seharusnya bertindak atas nama
Allah.)
6.
Mari kembali ke Mazmur 24:3-4.
Baca ayat 4 dalam konterk ayat 3. Allah menguasai segala sesuatu. Ia membuka
lowongan untuk perwakilan pribadi. Kualifikasi apa yang Allah cari dari
perwakilan pribadiNya?
1.
“Bersih tangan dan murni
hati.” Apa Allah mencari orang yang sudah mandi bersih untuk menjadi
perwakilanNya? (Ia mencari orang-orang yang mempunyai pikiran murni (hati) dan
yang mlakukan hal yang benar (tangan).)
2.
Ayat 4 menyebutkan “…tidak
menyerahkan dirinya kepada penipuan; Alkitab Bahasa Indonesia sehari-hari
menuliskannya dengan frase “…tidak menyembah berhala”. Apa arti tidak
menyembah berhala? (Artinya tidak melayani hal selain Allah.)
1.
Dalam hidup saudara apa yang
mengganggu persekutuan saudara dengan Allah?
2.
Apa yang diajarkan hal ini
mengenai kerinduan Allah agar kita menjadikanNya prioritas utama kita? (Allah
mengatakan bahwa jika kita ingin mewakili otoritasNya, kita perlu menjadikanNya
prioritas hidup kita.)
3.
“Tidak bersumpah palsu.”
Apakah ini sekedar merujuk kepada kejujuran? (Kejujuran sudah pasti sebagian
dari itu. Namun, kelihatannya termasuk juga menyampaikan apa yang tidak
pantas.)
4.
Bagaimana saudara meringkas
tiga kualifikasi untuk menjadi perwakilan Allah? (Allah ingin menjadi yang
pertama dalam persekutuan (tidak ada berhala), Ia ingin menjadi yang pertama
dalam perkara-perkara kita (tidak bersumpah palsu), Ia ingin pikiran kita dan
tindakan kita mencerminkan kehendakNya (bersih tangan dan murni hati).)
7.
Akankah saudara menjadikan
Allah, rencanaNya dan kehendakNya sebuah prioritas dalam hidup saudara?
2.
Kehidupan yang Mencerminkan
Prioritas Kita
1.
Baca Lukas 22:39-40. Bagaimana
dapat kita menggunakan doa untuk menuntun prioritas kita?
1.
Tatkala Yesus berkata bahwa
murid-murid harus berdoa agar tidak jatuh dalam pencobaan, apa hubungannya
dengan prioritas mereka? (Pencobaan berusaha mengganti kehendak Allah bagi
hidup kita dengan kehendak setan bagi hidup kita.)
2.
Baca Lukas 22:41-42. Bagaimana
Yesus menjadikan kehendak Allah sebagai prioritasNya?
1.
Pikirkan kata-kata Yesus:
Pertama, Yesus mengatakan kepada BapaNya apa diinginkanNya. Inikah cara yang
harus kita ambil dalam menyusun prioritas-prioritas dalam hidup kita?
2.
Apa “kesimpulan” Yesus? (Ia
memberitahu BapaNya apa keinginanNya, tapi Yesus berkata, “Bagaimanapun
keinginanKu, Aku akan melakukan kehendakMu.)
3.
Saat menyusun prioritas kita
tiap hari, masuk akalkah bila kita memberitahu Allah apa yang hendak kita
lakukan, berdoa supaya kita tidak dikalahkan oleh prioritas Setan, and
mengakhirinya dengan mengatakan bahwa kita ingin prioritas Allah menjadi
prioritas kita?
3.
Bayangkan bahwa saudara baru
saja berdoa seperti yang telah kita bicarakan di atas. Apa yang saudara
lakukan selanjutnya? Bagaimana saudara, dalam praktek, menindaklanjuti doa
ini?
4.
Baca Lukas 6:46-48. Apa yang
Allah inginkan dari kita? (Penurutah. Ini yang Yesus kemukakan kepada BapaNya
ketika Ia berkata, “Bukan kehendakKu, tapi KehendakMu.”)
1. Lukas 6:47 memberikan langkah-langkah kepada penurutan. Langkah-langkah apa? (Saya lihat ada 3 langkah. Pertama, secara sadar kita memutuskan untuk datang kepada Allah. Kedua, kita “mendengarkan” perkataan Allah. Terakhir, kita praktekkan perkataan Allah.)
1.
Apa artinya “mendengarkan”
perkataan Allah? (Terutama berarti apa yang sedang saudara lakukan saat ini –
mempelajari firman Allah, Alkitab.)
1.
Baca Lukas 6:49. Apa kegagalan
dari pembangun rumah ini? (Tidak mempraktekkan perkataan Allah.)
1.
Dalam perumpamaan ini, menurut
saudara “rumah” mewakili apa? (Hidup saudara!)
2.
Apa yang diwakili oleh banjir?
(Masa-masa sukar. Pengadilan terakhir.)
3.
Jika rumah tersebut adalah
hidup kita, keuntungan pribadi apa yang peroleh dengan menjadikan Allah
prioritas utama kita? (Inilah “rahasia” ajaib tentang menjadikan Allah yang
pertama – kehidupan kita diberkati.)
2.
Baca Epesus 5:28. Ini bukanlah
satu-satunya ayat favorit saya. Saya yakin bahwa ayat ini melampaui hubungan
perkawinan. Pelajaran apa yang kita temukan dari ayat ini tentang mengasihi
diri kita sendiri? (Ini adalah penjelasan lebih lengkap tentang rahasia dari menjadikan
Allah yang pertama. Allah mengajarkan bahwa jika kita menurutiNya (oleh,
contohnya, mencintai pasangan kita) kita akan memberi berkat pada diri kita
sendiri. Menjadikan Allah prioritas pertama, berujung berkat bagi kita.)
1.
Baca Markus 1:35 dan Mazmur
5:4. Tak satupun dari kedua ini yang memberi perintah. Ayat-ayat ini
menjelaskan fakta bahwa Yesus dan Daud menghampiri Allah di pagi hari.
Sudahkan saudara coba datang kepada Allah oleh mempelajari firmanNya pada pagi
hari? Jika ya, apakah saudara dapati bahwa datang pada pagi hari lebih baik
dari datang pada sore hari? (Ketika saya menulis ini, hari masih pagi dan saya
sedang berada di sebuah hotel. Sesaat sebelum saya membaca ayat-ayat di buku
Markus dan Mazmur ini, saya sedang menutup komputer saya karena saya pikir
sudah waktu check-out. Saya ungkapkan kepada istri saya bahwa saya
telah dapati betapa pentingnya bagi saya untuk belajar dan menulis pelajaran
ini pada pagi hari. Ia mendapati bahwa kami masih punya satu jam sebelum check
out, dan saya bisa lanjut bekerja. Ayat berikut yang saya baca adalah
ayat-ayat dalam Markus dan Mazmur ini – yang menegaskan apa yang baru saja saya
sampaikan padanya!)
2.
Sebagai tambahan bagi
mempersembahkan kepada Allah pikiran yang lebih jernih di pagi hari, apa lagi
yang dilakukan oleh doa pagi dan pelajaran Alkitab bagi kita? (Menolong
ingatkan kita tentang prioritas Allah bagi hidup kita hari ini.)
3.
Sobat, Allah menuntut hidup
saudara karena Ia menciptakan saudara kemudian menyelamatkan saudara dari
kematian kekal. Akankan saudara menetapkan tiap pagi untuk datang kepadaNya
dan menjadikan kehendakNya sebagai prioritas saudara untuk hari itu?