<-- The Personality and Divinity of the Holy Spirit

Kepribadian dan Keilahian Roh Kudus
(Matius 12, Kejadian 1, Markus 3)
Roh Kudus: Pelajaran 1

 

Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan: Sifat Allah merupakah bahasan utama Alkitab. Hal yang memisahkan pengikut Allah Yang Hidup dari yang lainnya adalah keyakinan mereka akan Allah yang hidup, yang tunggal, bukannya sekumpulan dewa-dewa. Sampai kini pun, orang Yahudi fanatik bertanya-tanya bagaimana bisa orang Kristen “menyimpang dari jalur” dengan mempercayai bukannya satu Allah, namun tiga. Mengapa kita mempercayai bahwa Roh Kudus adalah satu bagian dari Keilahian dan merupakan Allah? Siapa Roh Kudus itu? Apa sifatnya? Pelajaran kita triwulan ini membawa kita kepada pertanyaan-pertanyaan tentang Roh Kudus ini. Mari mulaikan pelajaran kita sekarang!

 

1.      Suci, Suci, Suci

1.      Baca Kejadian 1:1-3. Pada titik mana dalam Alkitab kita diperkenalkan dengan Roh Allah? (Di bagian awal sekali.)

2.      Baca Mazmur 104:30. Apakah ayat ini, dan Kejadian 1, mengutarakan bahwa Roh Allah menciptakan kita? (Ya.)

3.      Baca Yohanes 1:1-3. Menurut ayat ini siapa yang menciptakan kita? (Firman.)

1.      Siapa Firman itu? (Baca Yohanes 1:14. Pasal dalam kitab Yohanes ini menjelaskan bahwa Yesuslah Firman itu.)

4.      Apakah ayat-ayat ini bertentangan satu sama lain? Beberapa ayat mengatakan Roh Allah menciptakan kita, yang lainnya menyebutkan bahwa Yesus menciptakan kita. Bagaimana saudara menjelaskan hal ini? (Baca Kejadian 1:26. Allah menggunakan kata benda jamak ketika Ia berkata bahwa Ia akan menciptakan manusia menurut gambarNya. Pada bagian paling awal dari Alkitab kepada kita diperkenalkan ide tentang sifat “plural” dari satu Allah Yang Hidup.)

 

5.      Baca Yesaya 6:3 dan Wahyu 4:8. Apakah saudara bertanya-tanya mengapa pada saat memuji Allah para mahluk surgawi mengulangi kata “Suci” sebanyak tiga kali? (Ini juga menunjukkan suatu Trinitas.)

6.      Baca Matius 28:18-19. Setelah Yesus bangkit dari kematian Ia memberikan perintah ini kepada murid-muridNya. Tatkala Yesus memerintahkan kita “baptislah mereka dalam nama,” apa yang Ia maksudkan? (Orang yang baru bertobat akan memasuki suatu hubungan baru dengan Allah. Mereka menyatakan kesetiaan kepada Allah yang baru.)

1.      Siapakah Allah yang kini mereka layani? (Dalam Matius 28:18 Yesus mengumumkan bahwa kini setelah Ia mengalahkan Setan, semua otoritas sudah dikembalikan kepadaNya. Ia kembali menduduki tempat yang menjadi hakNya sebagai satu dari tiga wujud Allah: Bapa, Anak dan Roh Kudus.)

2.      Untuk kepentingan pelajaran ini, perhatian kita lebih tertuju kepada Roh Kudus. Otoritas apa yang dimiliki Roh Kudus? (Roh Kudus sepenuhnya merupakan bagian dari Trinitas. Saat dibaptis kita menerima Roh Kudus benar-benar sebagai Allah sebagaimana kita menerima Bapa dan Yesus sebagai Allah.)

  1. Penghujatan

1.      Baca Matius 12:22-23. Ketika orang banyak menyaksikan Yesus melakukan mujizat luar biasa ini, pemikiran apa yang timbul dalam benak mereka? (Bahwa Ia mungkin adalah Mesias yang terjanji, sang “Anak Daud.”)

2.      Baca Matius 12:24. Jawaban lain apa yang orang-orang Parisi kemukakan menanggapi apa yang dipikirkan orang banyak? (Bahwa Yesus menggunakan kuasa Setan untuk melakukan mujizat. Ia bukanlah sekedar manusia, ia adalah seorang manusia yang menggunakan kuasa jahat.)

3.      Baca Matius 12:25-27. Bagaimana Yesus menjawab tuduhan orang Parisi? Logika apa yang Ia gunakan? (Setan mengusir angkatannya sendiri? Tidak masuk akal bukan? Mengapa Setan mau melakukan hal seperti itu? Jika betul bahwa Setan bersedia mengusir kekuatannya sendiri, maka ketika orang-orang Parisi mengusir setan barangkali mereka juga sedang mengandalkan Setan!)

4.      Baca Matius 12:28. Apa yang ayat ini ajarkan tentang Roh Kudus? (1. Bahwa Ia lebih kuat dari Setan. 1. Bahwa Ia sedia bekerja dengan manusia untuk mengalahkan Setan. 3. Pekerjaannya menjadi bukti hadirnya Kerajaan Allah.)

5.      Baca Matius 12:29. Yesus mengatakan bahwa Ia dan Roh Kudus adalah perampok?

1.      Jika demikian, apa yang diambil oleh perampok? (Orang berdosa! Mereka yang menjadi tawanan dosa. Saya sudah akan melompati ayat ini ketika menyadari pentingnya hal yang Yesus katakan: Kita tidak bisa mengalahkan Setan tanpa kuasa Roh Kudus. Kita tidak bisa menginsafkan orang berdosa tanpa Setan sebelumnya diikat oleh Roh Kudus.)

6.      Baca Matius 12:30. Apa artinya “mengumpulkan?” (Membantu orang lain insaf.)

1.      Mengapa kita tidak bisa netral? Mengapa tidak “mengumpulkan” itu artinya “mencerai-beraikan?”

2.      Sewaktu mengambil mata kuliah logika di sebuah perguruan tinggi (Kristen), dosen saya merujuk pada pernyataan Yesus seperti itu sebagai suatu contoh logika “hitam/putih” yang keliru. Pendapat saya ketika itu, sekarangpun masih demikian, adalah bahwa perkataan Yesus bukanlah suatu kekeliruan logika. Jadi, bagaimana saudara memahami pernyataan Yesus? (Banyak situasi dalam hidup ini di mana kita bisa mengambil posisi netral. Jadi memang ada kekeliruan logika. Namun di sini konteksnya sangat penting. Yesus berkata bahwa ada satu “orang kuat” sedang bekerja, ia memiliki “harta benda.” Kita tidak mengawali hidup dengan netral. Kita mengawalinya sebagai manusia yang jatuh, orang berdosa, yang menjadi harta milik setan. Tidak ada pihak netral apabila itu menyangkut perkara spiritual.)

7.      Baca Matius 12:31-32. Dapatkah saudara menghujat seseorang yang bukan Allah. (Tidak. Ini merupakan bukti lebih jauh tentang keilahian Roh Kudus.)

1.      Apakah ini merupakan bukti bahwa Yesus bukan mahluk ilahi, karena mengucapkan sesuatu menentangNya bisa diampuni? (Tidak. Pernyataan Yesus mengasumsikan bahwa mengucapkan sesuatu menentangNya juga merupakan penghujatan. Namun, hal itu bisa diampuni.)

 

2.      Apa sebetulnya hujatan menentang Roh Kudus itu di sini? (Kembali pada kisah penyembuhan orang yang dirasuk setan. Menyebutkan kuasa Roh Kudus sebagai kuasa Setan adalah penghujatan.)

3.      Bagaimana kita menghindarkan penghujatan terhadap Roh Kudus di kemudian hari? (Saya teringat akan artikel dalam terbitan keagamaan (non- kharismatik) yang telak-telak menyebut suatu kegiatan penyembuhan oleh iman sebagai hasil dari kuasa Setan. Pernyataan semacam ini sangat berbahaya. Saudara perlu 100% yakin sebelum mengeluarkan pernyataan seperti itu. Menyebut pekerjaan golongan Kristen lain sebagai pekerjaan Setan merupakan hal yang sangat berbahaya.)

8.      Baca Markus 3:28-29, catatan lain mengenai pernyataan Yesus. Mengapa hujat terhadap Roh Kudus itu merupakan dosa yang tidak dapat diampuni? Secara sendiri-sendiri kedua ayat dalam buku Markus ini bertentangan satu sama lain. Yesus jelas tidak menganggap kedua ayat ini saling bertentangan. Bagaimana saudara mempertemukan kedua ayat ini? (Critical and Explanatory, sebuah penjelasan atas Perjanjian Lama dan Baru memiliki penjelasan yang saya suka. Disimpulkan dari Markus 3:28 “Tidak satu dosa pun, apapun itu, yang bisa disebutkan sebagai ‘dosa yang tidak dapat diampuni.’” Jadi, ayat 29 menerangkan ayat 28, tidak bertentangan dengannya. Tidak satu pun dosa dan keberadaannya yang tidak dapat diampuni.)

1.      Jadi hal apa yang menjadikan sebuah dosa tidak dapat diampuni? (Baca Yohanes 16:8-11. Ini adalah ayat mengenai pekerjaan Roh Kudus. Roh Kuduslah yang membawa pertobatan dari dosa dan keselamatan. Jika saudara menolak kuasa Roh Kudus dalam hidup saudara, jika saudara menyebut pekerjaan Roh Kudus sebagai pekerjaan Setan, maka dengan sendirinya saudara tidak akan pernah mengakui dosa atau menerima pemberian keselamatan dari Allah. Bukan karena ada dosa yang tidak dapat dimaafkan. Sederhana saja: jika dosa saudara adalah menolak kuasa yang menyebabkan saudara bertobat dari dosa, saudara tidak akan pernah bertobat dari dosa!)

1.      Apakah penolakan terhadap Roh Kudus merupakan perkara “sekali jadi”, atau suatu proses kehidupan yang terjadi perlahan-lahan? (Mestinya terjadi perlahan-lahan karena Yohanes 16:8 mengatakan bahwa Roh Kudus “akan menginsafkan dunia akan dosa.” Menurut saya saudara tidak perlu menerima Roh Kudus untuk diinsafkan dari dosa. Adalah dengan terus-terusan menolak kuasa Roh Kudus yang menuntun langkah saudara pada kebinasaan kekal.)

9.      Sobat, menerima Roh Kudus sebagai Allah sepenuhnya merupakan hal mendasar untuk menjadi seorang Kristen. Menerima pekerjaan Roh Kudus dalam hidup merupakan hal mendasar untuk menghidupkan kehidupan Kristen. Maukah engkau mengundang Roh Kudus masuk ke dalam hidupmu hari ini?

  1. Pekan Depan: Roh Suci Dilambangkan dalam Kitab Suci.