<-- The Baptism of the Holy Spirit

Baptisan Roh Kudus
(Kisah 2, 1 Korintus 12)
Roh Kudus: Pelajaran 6

 

Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan: Dalam artian praktis, apa yang dimaksudkan dengan “dibaptiskan” oleh Roh Kudus? Apa yang Roh Kudus akan lakukan kepada dan melalui kita? Apakah ada semacam ujian? Apakah ada karunia yang “diakui” dan pekerjaan yang “diakui?” Bagaimana kita bisa mengetahuinya? Pelajaran pekan ini mengarahkan pandangan kita pada pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita. Mari selami pelajaran kita!

 

1.      Baptisan Hati

1.      Pekan lalu pelajaran kita berhenti di Kisah 2:37. Kita akan lanjutkan kembali dari titik ini. Baca Kisah 2:36-38. Apa yang menyebabkan “hati mereka sangat terharu? (Roh Kudus berbicara kepada mereka melalui Petrus yang menceritakan tentang Yesus dan membuat hati mereka serasa tertusuk)

1.      Jika Roh Kudus sudah menyebabkan orang-orang bertobat, lantas mengapa mereka perlu “menerima karunia Roh Kudus?” (Ini tentu sedang membicarakan tingkatan karunia. Simak hal yang terkait. Alkitab mengatakan “hati mereka sangat terharu,” namun Petrus menyuruh mereka “bertobat.” Jelas, ia sedang menganjurkan pertobatan dan pengakuan dalam ukuran yang lebih besar. Roh Kudus menyebabkan kita bertobat dari dosa-dosa kita, namun Ia rindu untuk mengisi hidup kita sepenuhnya.)

2.      Baca Yohanes 16:12-15. Mengapa disebutkan bahwa karunia Roh Kudus itu seumpama sebuah perjalanan? (Yesus melukiskan pekerjaan Roh Kudus laksana perjalanan rohaniah di mana Roh Kuduslah yang menjadi pemandu kita. “Perjalanan” kita diawali dengan pertobatan.)

3.      Kita lanjutkan Kisah 2 dengan membaca Kisah 2:39. Kepada siapakah dijanjikan kesempatan untuk menerima karunia Roh Kudus? Siapa yang boleh mengadakan perjalanan dengan Roh Kudus? (Semua orang!)

4.      Baca ulang Kisah 2:38. Bisakah saudara lihat bahwa ada urut-urutan untuk menerima karunia Roh Kudus? Apa langkah-langkahnya? (Pertama bertobat, kedua dibaptis dalam nama Yesus untuk pengampunan dosa kita, dan ketiga menerima Roh Kudus untuk menuntun perjalanan rohani kita.)

5.      Sulitkah langkah-langkah ini? (Hati kita yang keras menolak untuk berbobat. Tapi, sobat, langkah-langkahnya tidaklah sulit dan kesempatan untuk itu terbuka bagi semua orang.)

2.      Mengenali Karunia Roh Kudus.

1.      Kisah 2:38 menyebutkan penerimaan “karunia” Roh Kudus. Pekan depan kita akan menyelidiki karunia-karunia rohani tertentu. Sekarang ini, mari kita selidiki gambaran umum tentang Roh Kudus dan karunia. Baca 1 Korintus 12:1-3. Paulus berkata dalam ayat 2 bahwa “kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu ” Menurut saudara apa yang menyebabkan orang-orang mengikut berhala?

1.      Sebaliknya, bagaimana orang-orang Kristen dituntun? (Oleh Roh Kudus. Paulus mengutarakan bahwa dalam hidup kita ada dua pengaruh. Di satu sisi ada pengaruh yang condong kepada berhala dan mengutuk Yesus. Di sisi lain ada pengaruh untuk mengakui bahwa Yesus adalahTuhan.)

2.      Mengapa Paulus mengajarkan bahwa tak seorangpun dapat mengatakan, “Yesus adalah Tuhan” selain oleh Roh Kudus? Apa menurut saudara hal ini benar adanya? (Ini adalah gaya bicara khas Paulus. Ia membangun argumen. Argumennya adalah bahwa tindakan seseorang jatuh pada satu dari dua kategori ini: Dituntun oleh Roh dan Dituntun oleh Iblis. Kedua-duanya sangatlah luas dan banyak ragamnya.)

2.      Baca 1 Korintus 12:4-5. Minggu lalu kita telah sedikit membahas mengenai apakah berbicara dalam bahasa yang membingungkan (“bahasa malaikat”) merupakan karunia Roh Kudus. Bisakah bahasa yang membingungkan asalnya dari Setan? (Saling tuding usai sudah. Jika seseorang menggunakan bahasa yang membingungkan untuk meninggikan Yesus, seberapapun tidak efektifnya hal tersebut, maka karunia tersebut berasal dari Roh Kudus. Inilah tepatnya argumen yang dibawakan oleh Paulus. Ia katakan, menentukan sumber karunia sangatlah mudah – apakah meninggikan atau mengutuk Yesus? Di balik itu ada banyak sekali ragam karunia. Sebuah karunia bukanlah merupakan bukti dari sumbernya. Pesan yang terkandung dalam karunia tersebutlah yang menjadi bukti dari sumbernya.)

1.      Dalam ayat-ayat ini Paulus berbicara tentang rupa-rupa “karunia,” “pelayanan,” dan “perbuatan.” Apa maksudnya? (Tidak terbatas hal-hal yang kita dapat lakukan untuk meninggikan Kerajaan Allah. Sebagian adalah karunia rohani, sebagian adalah pelayanan penuh Roh, sebagian adalah perbuatan yang dituntun oleh Roh. Temukan “tempat” saudara untuk meninggikan Yesus dan biarkan Roh Kudus menuntun saudara dalam pekerjaan tersebut.)

2.      Bagaimana caranya mengetahui di mana “tempat” kita? Bagaimana caranya mengetahui karunia(-karunia) yang Roh Kudus telah berikan kepada kita? (Biasanya kita senang melakukan apa yang bisa kita lakukan dengan baik. Sebuah “karunia” artinya saudara memiliki kesanggupan khusus dalam sebuah bidang yang melebihi rata-rata. Pertanyaan pertama yang saudara harus ajukan pada diri sendiri adalah: “Apa yang saya senang lakukan dalam jemaat? Menurut orang-orang apa talenta saya?)

3.      Baca 1 Korintus 12:7. Apa “ujian” menyeluruh untuk menentukan karunia(-karunia) rohani kita? (Apakah yang kita lakukan meninggikan “kepentingan bersama.” Perhatikan gambaran yang sementara Paulus lukiskan. Kita bisa tahu apa karunia yang kita miliki berasal dari Roh Kudus oleh menentukan apakah karunia tersebut meninggikan Yesus atau tidak. Kemudian kita bertanya lebih lanjut apa karunia yang kita miliki meninggikan kepentingan bersama.)

1.      Ujilah diri saudara dalam tes “kepentingan bersama.” Mengapa saudara melakukan sesuatu di jemaat? Apakah saudara melakukannya karena saudara pikir hal itu akan membawa kemuliaan bagi diri saudara? Atau karena dengan itu orang lain diberkati? (Saya teringat bertahun-tahun yang lalu seorang anggota jemaat berupaya untuk menjadi “ketua pertama.” Saya yakin ia ingin memegang jabatan dalam jemaat ini hanya agar ia memperoleh kehormatan karena posisi tersebut. Mengapa saya berpikir demikian? Karena tatkala jemaat tidak menjadikannya ketua pertama, ia tidak lagi datang ke gereja.)

4.      Baca 1 Korintus 12:12-13. Bagaimana ilustrasi tentang jemaat seumpama “tubuh” menolong kita menentukan karunia(-karunia) rohani kita? (Idenya adalah bahwa karunia kita akan bekerja bersama-sama dengan karunia-karunia orang lain dalam jemaat. Tidak ada perbedaan ras, status ekonomi dalam tubuh Kristus.)

5.      Baca 1 Korintus 12:14-20. Mengapa “kaki” ingin menjadi “tangan?” (Kebanggaan. Teman yang saya ceritakan tadi, yang tidak lagi datang ke gereja, sepertinya tidak memiliki keinginan untuk meninggikan tubuh jemaat. Ketika ia mendapati bahwa jemaat tidak melihatnya sebagai “tangan,” namun sebagai “kaki,” ia memutuskan berhenti untuk bersama-sama menjadi anggota tubuh.)

6.      Baca 1 Korintus 12:21-25. Mengapa “mata” berkata pada “tangan” “saya tidak membutuhkan kamu?” (Lagi-lagi, masalahnya adalah kebanggaan. Orang yang memiliki karunia “mata” dalam jemaat sangat dibutakan oleh kebanggaan sampai-sampai ia mengira “mata” sajalah yang dibutuhkan jemaat.)

1.      Apa yang Paulus anjurkan sebagai “obat” untuk mengatasi masalah kebanggaan (atau ketidak-banggaan) yang muncul karena beroperasinya karunia Roh Kudus dalam jemaat? (Sudah bertahun-tahun lamanya saya menjadi Pendeta Awam di jemaat saya. Di depan orang-orang saya mengajar, berkhotbah atau melakukan hal lain hampir tiap minggu. Tak seorangpun perlu “menghormati” saya. Gantinya, orang-orang yang menurut Paulus harus mendapat kehormatan adalah mereka yang bekerja keras untuk meninggikan jemaat namun tidak ada yang memperhatikan. Contohnya, orang yang memangkas rumput di halaman, memperbaiki kerusakan, mengunjungi orang sakit, dll.)

1.      Dalam jemaat saudara, apakah saudara cenderung menghormati orang-orang yang sudah terhormat? Atau, menghormati orang-orang yang diam-diam bekerja keras?

1.      Apa yang akan saudara lakukan untuk memastikan agar jemaat saudara memenuhi anjuran Paulus untuk memberi penghormatan lebih kepada mereka yang kurang mendapatkan penghormatan?

7.      Sobat, maukah engkau giat menyelidiki karunia(-karunia) rohanimu dan menyerahkan karunia(-karunia)mu untuk bekerja dalam tubuh Kristus?

  1. Pekan depan: Karunia-karunia Roh Kudus.