Buah
Roh Kudus
(1 Korintus 13, Galatia 5)
Roh Kudus: Pelajaran 8
Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Membicarakan Roh Kudus antar sesama umat Kristiani terkadang bisa sangat membingungkan. Pekan lalu kita mempelajari “karunia-karunia” khusus Roh Kudus – yang bagi orang luar sepertinya Roh Kudus itu mirip Sinter Klas. Pekan ini kita mempelajari “buah” Roh Kudus, dan sepertinya Roh Kudus itu mirip sebuah pohon. Bagaimana saudara menjelaskan perbedaan antara karunia-karunia Roh Kudus dan buah Roh Kudus? Mari selami pelajaran Alkitab kita dan temukan jawabnya!
1. Karunia-karunia vs Buah
1. Baca Galatia 5:22-23. Mengapa “kasih, sukacita, damai sejahtera, dll.” Itu cocok disebut sebagai “buah” Roh Kudus? Saya belum pernah mendengar nama-nama buah seperti ini di supermarket. Bagaimana saudara menjelaskan hal ini?
2. Baca Matius 7:15-17. Bagaimana Yesus menggunakan istilah “buah” dalam konteks ini? (Sebagaimana halnya sebatang pohon menghasilkan buah, maka manusia menghasilkan “buah” lewat tindakan dan sikap.)
3. Baca Matius 7:18-19. Apa yang dikatakan oleh “buah” dari seseorang tentang orang itu sendiri? (Buah mengungkapkan orang macam apakah saudara itu. Jika saudara jahat, “buah” yang dihasilkanpun jahat. Orang baik menghasilkan “buah” baik.)
4. Mari tengok kembali pokok pelajaran kita pekan lalu. Baca 1 Korintus 12:8-10. Jika seseorang memperoleh “karunia” berkata-kata dengan hikmat dari Roh Kudus, apakah “buah” nya ialah “pemikiran-pemikiran cerdas?” Apakah buah dari karunia menyembuhkan itu berupa orang-orang yang sehat?
1. Jika demikian, mengapa hal-hal ini tidak disebutkan sebagai “buah” Roh Kudus?
2. Baca 1 Korintus 12:7. Apa maksud karunia-karunia Roh Kudus? (“Kepentingan bersama.” Gagasan yang saya tangkap adalah bahwa setiap orang memiliki satu “karunia” atau lebih dari Roh Kudus yang digunakan untuk membangun jemaat – tubuh umat percaya. Karenanya, mengatakan bahwa “buah” dari karunia berkata-kata dengan hikmat adalah “pemikiran-pemikiran cerdas” tidaklah tepat. Gagasannya adalah bahwa karunia tersebut menolong orang lain, tidak sekedar bermanfaat bagi orang yang memiliki karunia tersebut. Semua orang bekerja bersama-sama dengan karunia-karunia mereka yang berbeda-beda agar segenap tubuh jemaat menjadi lebih baik.)
5. Baca 1 Korintus 13:1-3. Perhatikan bahwa ayat ini mencantumkan karunia-karunia dan buah-buah. Apa kata Paulus tentang itu?
1. Apakah Paulus mengatakan bahwa seseorang dapat memiliki sebuah karunia tanpa menghasilkan buah? (Sepertinya, ya. Ia sepertinya juga mengatakan bahwa hal-hal seperti “pemikiran cerdas” bukanlah buah Roh Kudus.)
1. Jika Paulus mengatakan demikian, menurut saudara apa yang salah jika memiliki karunia namun tidak menghasilkan buah?
1. Coba tengok contoh yang Paulus berikan. Jika seseorang memiliki karunia “iman” – iman untuk melakukan mujizat khusus, seperti memindahkan gunung, namun tidak memiliki kasih, mengapa hal itu jadi masalah?
1. Pekan lalu kita telah membahas fakta bahwa tidak semua umat Kristiani memiliki semua karunia. Mungkinkah jika “kasih” itu bukan merupakan karunia yang diberikan kepada orang yang dapat memindahkan gunung ini?
2. Jika seseorang yang memiliki karunia iman menyembuhkan saya dari penyakit kanker, apakah saya peduli jika orang tersebut mengasihi atau tidak mengasihi? Saya lebih suka orang yang menyembuhkan saya dari kanker tanpa kasih, daripada orang yang mengasihi saya namun tidak sanggup menyembuhkan saya. “Pengacara (dokter) saya baik sekali, namun tidak kompeten.”
2. Perhatikan contoh lainnya: karunia lidah. Apa yang minggu lalu kita simpulkan sebagai maksud dari karunia lidah? (Untuk berkomunikasi.)
1. Apa yang Paulus coba utarakan saat mengatakan bahwa karunia lidah tanpa kasih itu seperti “gong yang berkumandang dan canang yang gemirincing?” (Suaranya terdengar namun tidak berarti apa-apa bagi saudara.)
6. Pernahkah saudara melihat seseorang yang memiliki alat yang hebat dan mahal namun tidak tahu cara menggunakannya? Menurut saya hal seperti itu menggambarkan perbedaan antara karunia dan buah. Karunia adalah “alat” yang Roh Kudus berikan kepada kita untuk kepentingan bersama. Buah-buah adalah hasil dari hidup pribadi kita yang menggunakan alat-alat tersebut.
1. Apakah karunia dan buah saling terkait?
7. Baca Matius 7:21-23. Apakah ini merupakan masalah “karunia” dan “buah?” Ingat bahwa buah menunjukkan jenis pohonnya? Di sini, orang-orang mempertunjukkan karunia-karunia Roh Kudus, namun mereka tidak benar-benar mengenal Allah. Buah kasih menunjukkan bahwa orang tersebut mengenal Allah dan memiliki hubungan dengan Allah.)
8. Sobat, jika engkau seorang Kristiani, hal ini menakutkan bukan? Menurut Matius 7, engkau dapat memanfaatkan karunia-karunia Roh Kudus paling “hebat,” namun tidak selamat karena buah-buahmu menunjukkan bahwa engkau tidak mengenal Allah. Itulah sebabnya buah sangatlah penting. Karenanya mari lihat buah pertama Roh Kudus yang disebutkan dalam Galatia 5:22
2. Buah Pertama: Kasih
1. Baca 1 Korintus 13:4. Karena mobil belum diketemukan ketika itu, apakah “mengemudikan mobil” tidak terhitung sebagai sabar? Haruskah demikian?
1. Pernahkah saudara melihat seseorang yang jelas-jelas memiliki karunia-karunia penting dari Roh Kudus, namun nampaknya tidak sabar atau baik hati?
1. Apakah saudara termasuk dalam kelompok tersebut?
2. Hubungan apa yang saling terkait antara cemburu, memegahkan diri dan sombong? (Semuanya memiliki kesamaan yakni membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Apakah orang lain melakukan lebih baik dari saudara dan saudara tidak senang dengan hal itu atau saudara melakukan lebih baik dan saudara ingin mereka mengetahuinya.)
3. Akhir pekan yang baru lewat ini anak saya, Blake, yang menjadi webmaster dan penyandang dana utama dari situs ini (www.GoBible.org) lulus dari Andrews University. Ia diwisuda sebagai Sarjana dengan pujian tertinggi: Summa Cum Laude. Saya ceritakan hal ini berapa kali kepada para sahabat (sebenarnya, pada hampir semua orang yang mau mendengarkan) sebelum dan selama akhir pekan yang lalu. Apakah saya berdosa karena menuliskan hal ini? Apakah memegahkan diri dan sombong sama dengan suka bercerita pada orang lain?
2. Baca 1 Korintus 13:5. Apakah saudara melihat adanya hubungan antara tidak sopan, mudah marah, mencari keuntungan diri sendiri dan menyimpan kesalahan orang lain? (Hal-hal ini adalah kebalikan dari sabar, murah hati dan tidak sombong. Jika saudara tidak tahu apakah saudara sabar, murah hati dan tidak bermegah diri, mungkin gambaran diri saudara ada di ayat 5.)
1. Mengapa kita tidak boleh menyimpan kesalahan orang lain?
3. Baca 1 Korintus 13:6. Apa artinya bersukacita karena ketidakadilan? Seperti apa contohnya?
1. Mungkin 1 Korintus 13:6 adalah ayat yang khusus ditujukan bagi editor surat kabar harian? (Bersukacita karena ketidakadilan adalah merasa senang atas kemalangan yang dialami orang lain.)
4. Baca 1 Korintus 13;7. Menurut saudara dalam cara apa kasih itu “mengharapkan” dan “sabar menanggung?” (Gantinya bergembira atas kemalangan orang lain, saudara mengharapkan agar mereka baik-baik saja. Saudara senantiasa berharap suatu ketika kelak mereka akan lebih baik.)
5. Baca 1 Korintus 13:8-10. Dalam cara lain apakah buah Roh Kudus tidak sama dengan karunia-karunia Roh Kudus? (Ayat ini mengatakan bahwa karunia-karunia Roh Kudus bukan hal yang tetap. Mereka datang dan pergi. Tapi, buah Roh adalah suatu hal yang seharusnya tetap ada dalam hidup saudara.)
1. Menurut saudara mana yang lebih penting, karunia atau buah?
6. Baca 1 Korintus 13:13. Mengapa kasih merupakan buah Roh yang terbesar?
7. Sobat, buah seperti apa yang engkau hasilkan dalam hidupmu? Jika “buah”-mu menunjukkan bahwa engkau adalah “pohon” yang buruk, maka hari ini saya mengundang engkau untuk mengaku dosamu, minta Yesus untuk menyelamatkan engkau dan Roh Kudus memberimu buah yang baik.
3. Pekan depan: Penuntun Kristiani.