Sang
Pemulih
(Kejadian 3, Roma 4-6)
Roh Kudus: Pelajaran 11
Copr. 2006, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Manusia jatuh ke dalam dosa, tapi kejadiannya bukan seperti tak sengaja tersandung seutas akar lalu jatuh. Adam dan Hawa memutuskan beberapa pilihan penting dalam “petualangan” mereka menuju dosa. Syukur, Allah kita tidak muak dan menelantarkan kita. Gantinya, keinginanNya ketika itu dan keinginanNya sekarang adalah membawa kita keluar dari dosa. Pekan ini pelajaran kita adalah bagaimana kita jatuh ke dalam dosa dan apa yang dilakukan Roh Kudus untuk menolong kita keluar dari dosa dan menolong kita menyiapkan diri untuk hidup kekal. Mari selami Alkitab dan pelajari lebih jauh!
1.
Dosa
1.
Baca Kejadian 3:1. Ayat
ini mengatakan bahwa ular adalah binatang yang paling cerdik. Yang ini jelas
seekor ular yang sangat cerdik yang bisa berbicara. Apakah mahkluk ini seekor
ular semata? (Tidak. Baca Wahyu 20:2. Ini adalah Setan dalam wujud seekor
ular.)
1.
Sepertinya Hawa harus
lari menjauh dari seekor ular yang berbicara. Menurut perkiraan saudara,
mengapa ia tidak melakukan hal itu? (Pertama, disebutkan bahwa ular sangat
cerdik – karenanya, Hawa mungkin berpikir bahwa ini hal yang tidak biasa, namun
bukan hal yang mustahil. Kira-kira seperti halnya saudara bertemu dengan seekor
lumba-lumba yang berbicara. Kedua, manusia berkuasa atas binatang (Kejadian
1:28), karenanya Hawa “berwewenang” atas ular ini dan mungkin karena hal ini
maka ia merasa percaya diri.)
2.
Baca Kejadian 3:2-5.
Apa yang sang ular coba sodorkan mengenai sikap Allah? (Allah tidak dapat
dipercaya. Ia sedang memanfaatkan Hawa. Ia ingin agar Hawa tetap berada dalam
kegelapan. Allah tidak ingin Hawa menjadi setara denganNya.)
1.
Perangkat apa yang
dimiliki Hawa untuk melawan godaan ini? (Ia sudah cukup lama bergaul dengan
Allah, cukup lama untuk bisa mempercayai Allah.)
2.
Perangkat apa yang Hawa
tidak miliki untuk melawan godaan ini? (Hawa tidak tahu apa yang Allah ketahui.
Ia tidak bisa memastikan apakah Setan mengemukakan fakta yang keliru. Mungkin
ini adalah pohon khusus dengan kuasa khusus, diperkenalkan oleh seekor ular
khusus dengan kuasa khusus.)
3.
Bagaimana godaan
terhadap Hawa dibanding dengan kebanyakan godaan terhadap saudara? (Pada
kebanyakan godaan yang kita hadapi, kita memiliki tahu betul apakah fakta yang
diajukan Satan keliru. Kita telah melihat akibat dosa. Kemungkinan besar kita
telah melihat akibat dari dosa yang Setan sedang upayakan agar kita tergoda
untuk lakukan.)
1.
Apa kesamaan antara
godaan yang saudara hadapi dan godaan yang Hawa hadapi? (Setan meminta Hawa
melakukan dua hal. Pertama, jangan mempercayai Allah. Kedua, menggunakan
pertimbangan sendiri atas perintah tertentu dari Allah.)
2.
Berapa seringkah godaan
itu berupa percaya akan pertimbangan sendiri gantinya pertimbangan Allah?
(Setiap kali kita berujar bahwa kita akan mengesampingkan Alkitab karena kita
lebih tahu atau karena kita lebih berpengalaman, kita sedang mempercayai
kebijaksanaan dan pertimbangan kita atas perintah Allah.)
2.
Penangkal Dosa
1.
Baca Roma 4:1-3. Apa
“penangkal dosa” itu? (Abraham “percaya kepada Allah.” Menaruh iman pada firman
Allah. Menaruh iman pada Allah. Hal ini diperhitungkan kepada Abraham sebagai
kebenaran.)
2.
Mari kita baca
sekelumit latar belakangnya. Baca Kejadian 15:2-6. Bandingkan situasi yang
dihadapi Hawa dengan yang dihadapi Abraham. (Keduanya memiliki kerinduan untuk
suatu hal yang tidak mereka punyai sekarang ini. Yang satu mempercayai Allah,
satunya lagi tidak.)
1.
Seberapa dapat
dipercayakah Allah dalam masing-masing situasi?
2.
Atas apa Hawa dapat
mendasarkan imannya?
3.
Atas apa Abraham dapat
mendasarkan imannya?
4.
Apa fakta yang
berlawanan yang dimiliki masing-masing?
5.
Apakah situasi yang
saudara hadapi lebih mirip situasi yang dihadapi Abraham atau lebih mirip
situasi yang dihadapi Hawa?
3.
Kita lanjutkan dengan
Roma 4. Baca Roma 4:4-5. Siapa yang dibenarkan oleh Allah? Penganggur jahat
yang percaya padaNya?
4.
Ada ungkapan umum yang
saya dengar: “Allah menyelamatkan engkau dari dosamu, bukan dalam dosamu.”
Bagaimana hal itu dibandingkan dengan apa yang kita baru saja baca dalam Roma
4:4-5?
1.
Baca Roma 4:6-8.
Bagaimana ungkapan ini dibandingkan dengan apa yang dikatakan Daud?
1.
Apakah Daud membicarakan
tentang dosa kita yang “ditutupi” (sebagai lawan dari dihapuskan) karena ia
“pendosa yang terlihat jelas?” (Pendosa yang terlihat jelas lebih menghargai
apa yang telah Allah lakukan baginya.)
5.
Baca Roma 6:1. Apa yang
ayat ini kemukakan sebagai jawaban logis atas pertanyaan ‘apakah orang jahat
diselamatkan oleh iman’?” (Kesimpulan bahwa orang berdosa diselamatkan oleh
iman menjadi makin jelas oleh pertanyaan ini. Mereka diselamatkan “dalam” dosa
mereka. Secara logis kelanjutannya adalah “Biarlah kita tetap melakukan dosa
supaya kasih Allah dapat menutupi lebih banyak dosa kita.”
1.
Apa kehendak Allah bagi
kita dan dosa? Baca Roma 6:2-4. (Kasih karunia menyelamatkan orang berdosa
dalam dosanya. Namun, Allah mengatakan bahwa sebagaimana Yesus telah bangkit
kepada hidup baru, maka kita perlu mati bagi dosa kita dan “hidup dalam hidup
yang baru.”)
2.
Baca Roma 6:15-18. Apa
pendapat saudara mengenai kalimat, “kamu dengan segenap hati telah mentaati
pengajaran yang telah diteruskan kepadamu?” Apa artinya? (Orang-orang ini
bekerja sepenuh hati untuk taat pada Allah.)
1.
Bagaimana kalimat ini
diaplikasikan pada reaksi Hawa dan Abraham sebagaimana yang kita pelajari tadi?
2.
Bagaimana kalimat ini
dicocokkan dengan Roma 4:5 “orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia
[adalah benar]?” (Pekerjaan tidak ada hubungannya dengan keselamatan. Namun,
manakala kita memilih Allah dan memilih kasih karunia kita memilih penurutan.)
3.
Bagaimana kalimat
tersebut diaplikasikan pada frasa “engkau telah diselamatkan dari dosamu, bukan
dalam dosamu?” (Allah menyelamatkan orang berdosa. Namun, tujuan Allah adalah
mengeluarkan kita dari dosa dan meninggalkan dosa dibelakang kita.)
3.
Roh Kudus dan Iman
1.
Baca Roma 5:1-2. Atas
dasar apa kita memperoleh jalan masuk kepada damai sejahtera dan kasih karunia?
(Iman dalam Yesus.)
1.
Tadi kita telah
putuskan bahwa “Setan meminta Hawa melakukan dua hal. Pertama, jangan
mempercayai Allah. Kedua, menggunakan pertimbangan sendiri atas perintah
tertentu dari Allah.” Apakah ini masih menjadi cara pendekatan Setan pada kita
sekarang ini? (Ya. Itulah sebabnya iman, percaya dalam Yesus, sangat penting.)
2.
Mari kita loncat ke
bawah dan baca Roma 5:18-19. Apa yang saudara lakukan sampai lekat dengan dosa
Hawa dan Adam?
1.
Apa yang saudara
lakukan sehingga layak menerima bagian dari ketaatan Yesus? (Ini adalah cara
terbaik bagi kita untuk melihat bagaimana “pekerjaan” kita menyelamatkan kita.
Kita terkait sama banyaknya dengan dosa Adam dan Hawa sebagaimana kita terkait
dengan kemenangan Yesus atas dosa. Kita tidak bisa menuntut banyak.)
3.
Baca Roma 5:1-5. Saya
ingin agar kita membaca ulang ayat 1 dan 2 agar kita bisa melihat bagaimana
keterkaitan semua ayat-ayat ini. Apa yang dikatakan ayat 2 sebagai landasan
bagi kita untuk bermegah? (Pengharapan akan menerima kemuliaan Alah.)
1.
Bagaimana caranya kita
tiba pada pengharapan? (Ada petunjuk di sini bahwa kehidupan orang Kristen
tidak selamanya mudah. Pengharapan adalah hasil dari serangkaian transformasi
yang diawali dengan kesengsaraan!)
2.
Menurut saudara berapa
banyak peran yang dimainkan oleh keberadaan kita yang berdosa terhadap
kesengsaraan kita? (Dalam Roma 7 Paulus berbicara mengenai pergumulan
pribadinya dengan dosa. Saya yakin bahwa “kesengsaraan” ini mencakup
pertempuran kita melawan dosa. Kita tidak senang dengan kenyataan bahwa masih
ada masalah dosa pada kita, tapi kita dapat memperoleh damai sejahtera
karenanya sebab kita akan sanggup melihat transformasi dari ketekunan, kepada
pembangunan karakter, kepada pengharapan akan hari esok yang lebih baik.)
3.
Peran apa yang
dimainkah oleh Roh Kudus dalam rangkaian transformasi ini? (Roh Kudus
mencurahkan kasih Allah ke dalam hati kita – karenanya memberi makna pada
pengharapan kita.)
4.
Baca Roma 5:6-8. Kita
baru saja mengatakan bahwa dalam pertempuran melawan dosa, Roh Kudus
mencurahkan kasih Allah ke dalam hati kita. Dalam artian praktis, apa artinya
hal itu? Bagaimana ayat-ayat ini menjelaskannya? (Kasih terbesar Allah bagi
kita ditunjukkan dalam penyaliban Yesus bagi dosa kita. Ia mati untuk saudara.
Pekerjaan Roh Kudus adalah untuk mengingatkan kita bahwa Yesus telah membayar
hukuman atas dosa kita. Bahwa kita diselamatkan oleh iman, tidak oleh usaha
kita sendiri. Pengetahuan akan apa yang dengan kasih telah Yesus lakukan ganti
kita untuk mengalahkan dosa dan maut membuat kita ingin memilihNya dan
mempercayaiNya. Sebagai tambahan, Roh Kudus mencurahkan kasih ke dalam hati
kita untuk menolong kita menggenapi pengharapan kita untuk berjalan lebih dekat
dengan Allah. Menolong kita lebih utuh memancarkan karakter Allah.)
5.
Baca 2 Petrus 1:2-4.
Kuasa Roh Kudus membantu kita melakukan apa? (“Luput dari hawa nafsu duniawi
yang membinasakan dunia.”)
6.
Sobat, maukah engkau
mempercayai Yesus dan memilihNya hari ini?
4. Pekan depan: Dosa Terhadap Roh Kudus.