<-- A Life of Praise

Kehidupan yang Penuh Pujian
(Kisah 16)
Api Tukang Pemurni Logam: Pelajaran 9

Copr. 2007, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

 

Pendahuluan: Semasa kecil, saya biasa menyanyikan lagu-lagu pujian di sekolah, di gereja dan di rumah. Lagu-lagu yang diulang-ulangi tersebut membuat kata-katanya (atau paling tidak mirip dengan apa yang disebut kata sungguhan) terpatri di otak saya. Tema yang diusung oleh banyak lagu pujian jaman dahulu adalah tentang apa yang akan saya lakukan. Lagu-lagu tersebut indah untuk dinyanyikan, namun saya lebih memilih lagu-lagu pujian kontemporer karena secara umum lagu-lagu tersebut memuji Allah. Fokusnya lebih kepada Allah, bukan kepada diri saya. Pelajaran kita pekan ini adalah mengenai gagasan tentang menjalani kehidupan yang memfokuskan diri untuk memuji Allah, bukannya berfokus pada problema yang kita hadapi. Apa mungkin? Apakah kita dapat memandang jauh di balik kepedihan dan memuliakan Allah? Mari selami pelajaran kita dan lihat apa yang dapat kita pelajari!

 

  1. Terhalang dan Kecewa

    1. Baca Kisah 16:6-10. Paulus bersua dengan pintu yang tertutup! Mengapa Roh Kudus menghalangi Paulus untuk menginjil di Asia? (Allah memiliki rencana pengabaran injil yang berbeda.)

      1. Misalkan saudara berencana membuka daerah penginjilan yang baru namun Allah membanting dan menutup pintunya, bagaimana perasaan saudara? (Kecewa)

    2. Baca Kisah 16:12-15. Apa yang tidak lazim dengan hadirin yang mendengarkan Paulus? (Mereka perempuan semua! Dalam Kisah 16:9 versi King James seorang laki-lakilah yang memohon agar Paulus datag ke Makedonia. Namun ketika Paulus dan rekan-rekannya tiba di sana, hanya kaum perempuan yang mereka dapati.)

      1. Menurut saudara, bagaimana perasaan Paulus menemui hal seperti ini? (Segala sesuatunya tampak ganjil. Allah membawanya ke arah yang berbeda, dan ketika ia tiba ia bertemu kaum perempuan saja. Menurut The Bible Exposition Commentary, sikap para rabbi pada masa itu direfleksikan dalam pernyataan berikut ini: “Lebih baik perkataan hukum itu hangus daripada disampaikan kepada seorang perempuan.” Saya berasumsi bahwa Paulus tidak memiliki sikap yang demikan (Galatia 3:28), namun tentunya bukanlah merupakan awal yang membangkitkan semangat bagi Paulus manakala ia hanya berbicara kepada kaum perempuan.)

  2. Terganggu dan Frustrasi

    1. Baca Kisah 16:16-17. Kini ada seorang perempuan yang bisa menjadi tenaga humas bagi Paulus karena perempuan ini memiliki “roh” yang bisa membuka tabir masa depan dan memperkenalkan kerajaan surga. Roh tersebut tepat berada di tempat di mana Roh Kudus menyuruh Paulus pergi. Selaras dengan keberuntungannya yang lalu, di sini pun ia bertemu seorang perempuan. Apakah ini hal yang bagus atau buruk? Roh yang baik atau jahat?

      1. Jika saudara mengatakan “buruk” (tentunya saudara akan menjawab demikian), bagaimana saudara menjelaskan bahwa perempuan/roh ini ternyata memperkenalkan kerajaan Allah?

        1. Apa yang diajarkan di sini mengenai sikap tergesa-gesa dalam menilai apakah seseorang sedang digerakkan oleh Roh Kudus ataukah ia seorang abdi roh Setan?

        2. Komentar Alkitab dari Adam Clarke memberikan pengertian yang amat bagus mengenai alasan mengapa perkara ini buruk bagi pelayanan Paulus. Ia mengatakan bahwa orang Yahudi menjauhi perempuan ini karena adanya amaran dalam Perjanjian Lama terhadap “arwah.” Pekerjaan Paulus di kalangan orang Yahudi akan hancur kalau Paulus dan teman-temannya terkesan bersekutu dengan roh jahat. Pekerjaan Paulus di kalangan orang bukan Yahudi akan hancur kalau mereka bingung menentukan apakah pekerjaan Paulus merupakan perpanjangan dari pekerjaan dan perempuan yang dirasuk setan ini semata. Jadi, semuanya memburuk bagi Paulus dan rekan-rekannya, bukannya membaik.)

    2. Baca Kisah 16:18. Apakah Paulus terganggu karena keributan yang ditimbulkan ataukah ia terganggu karena injil dijadikan hal yang remeh? (Beberapa terjemahan Alkitab menggunakan istilah “annoyed” [terganggu] yang bagi saya tampaknya lebih dari sekedar gusar karena injil dijadikan hal yang remeh. Perempuan ini membuat Paulus marah.)

      1. Mengapa Paulus tidak mengenyahkan roh jahat ini dari sejak awal? Mengapa harus menunggu beberapa hari? Mengapa menunggu sampai kesabarannya hilang? (Jawabannya ada dalam ayat yang berikut.)

  3. Diperlakukan Tidak Adil dan Dipukuli

    1. Baca Kisah 16:19-21. Coba analisa tuduhan yang diajukan kepada Paulus dan Silas. Apakah perbuatan mereka “pantas” disebut “kejahatan”

      1. Apakah ada upaya untuk menimbulkan prasangka di tengah orang banyak? (Ya, mereka menyebut Paulus dan Silas “orang Yahudi.” Kisah 18:2 mengungkapkan bahwa Kaisar Klaudius telah menyuruh orang Yahudi meninggalkan Roma.)

      2. Apakah Paulus dan Silas mengganggu ketenteraman? (Tampaknya “gadis mereka” lah yang mengganggu ketenteraman dengan teriakannya.)

      3. Apa adat-istiadat melawan hukum yang dianjurkan oleh Paulus dan Silas? (Kemungkinan besar yang dituduhkan adalah bahwa mereka memperkenalkan agama yang melawan hukum. The Bible Knowledge Commentary menyebutkan bahwa pejabat setempat mungkin tidak mengetahui perbedaan antara Yudaisme dan Kekristenan, namun keduanya memang bukanlah agama yang diakui di Roma. Mengajak penduduk Roma untuk menjadi penganut agama baru merupakan tindakan melawan hukum.)

      4. Mengapa mereka tidak katakan saja bahwa, “Orang-orang ini mengganggu usaha kami karena merusak peramal kami?” (Ini bukanlah usaha dagang biasa. Ada unsur “dunia lain” di situ. Dalam konteks ini, para penguasa akan berpikir bahwa kejadian ini adalah perselisihan antara dua agama yang tidak diakui. Kalau hal itu dibahas dengan sungguh-sungguh, orang akan sadar bahwa Paulus dan Silas memiliki Allah yang lebih berkuasa. Mengapa menyusahkan diri sendiri. Siapa pula yang mau menantang apa yang mungkin merupakan allah yang berkuasa?)

    2. Baca Kisah 16:22-23. Adilkah ini? (Ini merupakan hukum rimba. Orang banyak bangkit, lalu Paulus dan Silas ditelanjangi serta dilecut tanpa sidang pemeriksaan. Begitulah proses hukum yang terjadi.)

      1. RBaca Kisah 16:37-38. Bandingkan dengan Kisah 22:25-29. Mengapa Paulus tidak menyebutkan bahwa ia warga negara Roma sebelum didera, bukan pada beberapa ayat setelahnya? (Tak sangsi, seandainya bisa, ia pasti akan melakukan hal itu. Orang banyak sedang mengambil alih situasi.)
      1. Seberapa seriuskah cambukan yang mereka terima? (Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari menyebutkan mereka “dicambuk dengan hebat.” Mereka mengalami siksaan yang amat sangat.)
    1. Baca Kisah 16:24. Apakah beralasan jika mereka diperlakukan seperti itu? (Dari sudut pandang manusia segalanya tidak masuk akal. Tak satupun hal berbahaya yang mereka lakukan. Mereka dicambuk dengan hebat tanpa diadili. Kemudian mereka diperlakukan seperti penjahat berbahaya. Kepala penjara tentu saja tidak tahu apa-apa. Ia hanya melaksanakan perintah.)

    2. Kira-kira apa yang menyebabkan semua rentetan peristiwa ini dapat diterima secara logis? (Paulus telah menyerang satu dari anak buah Setan. Dalam konteks ini, hukuman berat tersebut masuk akal jadinya. Kekuatan Setanlah yang membangkitkan perlakuan kasar tersebut.)

    3. Bayangkan daging di punggung atas dan punggung saudara sementara tercabik-cabik. Kemudian kaki saudara dipasung sehingga saudara tak dapat bergerak. Keadaan ini memaksa saudara untuk membaringkan punggung saudara yang terluka hebat di tanah. Bagaimana perasaan saudara?

  1. Kuasa dalam Pujian di Saat Sulit

    1. Baca Kisah 16:25. Akankah saudara merasakan keinginan untuk menyanyi? Memuji Allah?
      1. Akankah saudara menyalahkan Allah atas perlakukan buruk ini?

      2. Baca Ayub 35:9-10. Pikirkan hal ini sejenak. Perjalanan ini merupakan suatu kesalahan besar. Saudara ingin pergi ke tempat lain. Allah menuntun saudara ke kota ini. Di tempat ini, saudara hanya bertemu kaum perempuan. Sekalipun demikian, saudara patuh dan mengabarkan injil. Tuduhan yang mengada-ada dilemparkan kepada saudara. “Peradilan” yang saudara jalani sangatlah tidak adil. Hukuman yang diterima lebih buruk lagi. Mengapa Allah menurunkan saudara di tempat mengerikan ini dan kemudian melupakan saudara?

        1. Apakah ini akan menjadi alasan untuk memuji ataukah mengeluh?

        2. Akankah saudara meminta agar Allah menghukum orang-orang yang menyakiti saudara?

        3. Akankah saudara mempertanyakan rencana Allah?

      3. Mengapa mereka melayangkan nyanyian dan pujian? (Sebuah komentar Alkitab, Critical and Explanatory on the Old and New Testament mengemukakan, berdasarkan kata Gerika yang digunakan, mereka menyanyikan lagu yang sama yang Yesus dan para murid nyanyikan pada Perjamuan Terakhir. Lagu ini sekurang-kurangnya terdiri dari Mazmur 113:1-118:29. Sisihkan beberapa menit untuk membaca ayat-ayat Mazmur ini. Ayat-ayat ini menunjukkan sukacita karena mengalami derita sebagaimana yang dialami Tuhan. Mereka mengharapkan kemenangan dari Allah.)

    1. Baca Kisah 16:26-28. Saat mereka sedang memuji Allah dalam situasi yang demikian buruk, Allah muncul. Mengapa Paulus dan Silas tidak menafsirkan kejadian ini sebagai tanda dari Allah agar mereka melarikan diri? (Mungkin saja mereka menafsirkan demikian. Namun fokus Paulus yang terutama adalah menyelamatkan jiwa. Termasuk jiwa Kepala Penjara yang kasar ini.)

      1. Mengapa narapidana-narapidana lainnya “masih ada di sana? (Perhatikan dalam Kisah 16:25 mereka sementara mendengarkan Paulus dan Silas yang menyanyikan pujian. Tampaknya, Paulus telah merebut perhatian mereka.)

    2. Baca Kisah 16:29-34. Siapa lagi yang sepertinya mendengarkan Paulus dan Silas juga? (Sang kepala penjara dan keluarganya!)

    3. Sobat pikirkan sejenak betapa hasilnya akan berbeda seandainya Paulus dan Silas berbaring di tanah sembari mengeluh! Maukah engkau berketetapan bahwa dalam situasi apapun engkau akan memuji Allah?

  1. Pekan depan: Kelemah-lembutan dalam Pengujian.