<-- Siapakah Yesus

Siapakah Yesus?

(Matius 16 & 22)

Yesus yang Ajaib: Pelajaran 1

 

Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

Pendahuluan: Saat seorang calon klien pertama kali menceritakan kisahnya, sering kali saya merasa seakan-akan sedang melihat isi tas yang ditumpahkan ke atas meja saya. Ada begitu banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, tapi hanya segelintir yang memiliki relevansi dengan tuntutan hukum klien saya tersebut. Tugas saya adalah menyaring fakta-fakta tersebut dan memfokuskan diri pada fakta-fakta yang penting secara hukum. Seringkali klien saya ingin memfokuskan pada fakta-fakta yang penting di mata mereka, namun tidak cukup punya kaitan untuk memenangkan kasusnya. Pekan ini kita akan melihat fakta yang menurut saya paling penting di dunia ini: Siapakah Yesus? Jika saudara ingin menang dalam kehidupan sekarang ini dan nanti, tidak ada fakta lain yang lebih penting yang perlu difokuskan. Oleh karenanya, mari kita segera mulaikan pelajaran Alkitab kita sekarang

  1. Pemerhati Cuaca

    1. Baca Matius 16:1. Ayat ini mengatakan bahwa pemuka bangsa Yahudi hendak “mencobai” atau menguji Yesus. Apakah seperti ujian di sekolah? Apakah mereka sedang mengajukan kepadaNya pertanyaan mengenai astronomi? (Pertanyaan yang sesungguhnya adalah: “Apakah engkau Mesias itu?” Mereka meminta Yesus untuk membuktikan diriNya sebagai Mesias.)

    2. Baca Matius 16:2-4. Berapa skor yang akan saudara berikan kepada Yesus dengan jawabanNya ini? (Jawaban seperti ini bukanlah jawaban yang lazim diberikan oleh para murid.)

        1. Jawaban macam apakah ini? (Ia mengatakan bahwa jika mereka menaruh perhatian, maka jawabnya seharusnya sangat jelas.)

        2. Selain tidak menaruh perhatian, hal lain apa lagi yang menghalangi pemahaman mereka akan kebenaran? (Yesus menyebut mereka “angkatan yang jahat dan tidak setia.” Dosa merintangi jalan pemahaman mereka.)

        3. Kita semua “jahat” adanya. Apakah ada pengharapan bagi kita? (Yesus mengatakan bahwa mereka menunjukkan sikap yang salah. Mereka tidak sungguh-sungguh mencari kebenaran. Mereka bermaksud untuk tetap sebagaimana adanya mereka – jahat dan tidak setia.)

    3. Baca Matius 16:6 dan Matius 16:12 untuk melihat perintah yang Yesus berikan kepada murid-muridNya. Pemuka-pemuka Yahudi ini mengajukan pertanyaan, bukannya memberikan jawaban. Karenanya, mengapa Yesus mengatakan bahwa mereka mengajarkan sesuatu? (Mereka mengajarkan bahwa perlu adanya “tanda” untuk membuktikan bahwa Yesus itu Mesias. Mereka menginginkan bukti konkrit.)

    4. Coba kita renungkan sejenak rangkaian ayat-ayat ini. Apakah Yesus memang sedang mengatakan bahwa jawab atas pertanyaan “Siapakah Engkau” itu sebenarnya sudah jelas? (Kita bisa melihat dalam tanya jawab ini sebuah konflik yang telah berlangsung selama dua ribu tahun lamanya. Jawabannya bukanlah matematika. Bukan ilmu pasti. Jika saudara menuntut bukti mutlak secara ilmiah untuk berpaling dari dosa kegemaran, maka saudara tidak akan akan pernah berpaling. Di lain sisi, Yesus menawarkan logika dan akal sehat. Ia mengatakan bahwa ada pola dalam hidup ini yang memberikan kita petunjuk mengenai apa yang sedang berlangsung. Saudara biasanya dapat mengetahui cuaca berdasarkan apa yang saudara lihat di langit. Dengan melihat kehidupan dan pekerjaan Yesus kita bisa memperoleh bukti yang kuat (tapi bukan ilmiah) tentang siapakah Dia. Dengan merenungkan kehidupan secara umum, kita dapat mengetahui bahwa jalanNya adalah yang terbaik.)

  2. Pengumpulan Suara

    1. Baca Matius 16:13. Karena topik ini masih hangat, Yesus bertanya kepada murid-muridNya apa jawaban yang mereka dengar dari khalayak atas pertanyaan: “Siapakah Yesus itu?” Apa yang mereka dengar? (Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia atau nabi lainnya.)

      1. Intinya, apakah jawaban-jawaban tersebut mengandung sanjungan?

      2. Apa yang sama dari jawaban-jawaban ini? (Orang-orang yang disebutkan ini adalah “orang saleh” yang terkemuka. Orang banyak berpendapat bahwa Yesus itu istimewa. Ia memiliki hubungan dengan Allah.)

      3. Mengapa Yesus mengajukan pertanyaan ini? Apakah Ia sedang mengumpulkan suara? (Ingat bahwa pemuka Yahudi baru saja menantang Yesus soal ini. TanggapanNya adalah bahwa seharusnya hal ini bagi mereka sama jelasnya dengan meramalkan cuaca.)

        1. Apakah jawabannya ternyata kurang jelas disbanding dengan apa yang ada di benak Yesus? (Mungkin. Murid-murid melaporkan bahwa tak seorangpun tahu jawaban yang tepat. Bagaimanapun juga, orang banyak “memperhatikan langit.” Mereka tahu bahwa secara agamis Yesus itu istimewa.)

  3. Orang Dalam

    1. Baca Matius 16:15-16. Jawaban Petrus berbeda. Mengapa? (Baca Matius 16:17. Allah memberitahu Petrus jawaban yang benar.)

      1. Bagaimanakah gagasan bahwa Allah yang memberi Petrus jawaban tersebut dipertemukan dengan pernyataan Yesus bahwa mengetahui siapa diriNya seharusnya sama jelasnya dengan menafsirkan tanda-tanda cuaca? (Jika orang banyak memperhatikan, jika mereka membuka pikiran mereka, jika mereka memahami apa yang terjadi dalam hidup ini, mereka akan mendapatkan bukti bahwa Yesus itu Allah. Namun, jawaban yang bersifat final datang dari inspirasi – keyakinan yang datang dari Allah. Roh Kudus sangatlah penting perannya dalam keyakinan agama.)

      2. Setelah membaca rangkaian ayat-ayat ini, menurut Yesus siapakah diriNya? (Ia berkata Ialah Anak Allah yang Hidup.)

        1. Dalam terang jawaban Yesus atas pertanyaan ini, apakah saudara masih beranggapan bahwa pendapat khalayak tadi itu menyanjung? (Tidak. Mereka sedang mencari-cari tapi belum menemukan kebenaran.)

    2. Baca Matius 16:18-19. Seberapa pentingkah jawab atas pertanyaan Yesus tentang siapa diriNya? (Identitas Yesus sebagai Anak Allah yang Hidup merupakan batu di atas mana gereja didirikan.)

      1. Apakah “kunci” surga itu? (Saya yakin kunci Kerajaan Surga adalah pemahaman akan identitas Yesus. Gereja wajib menyiarkan pengetahuan yang akan membuka Kerajaan Allah bagi umat manusia. Kalau ternyata saya salah dalam hal ini, maka saya akan bergabung dengan gereja Katolik. Jika Yesus sedang membicarakan mengenai gereja secara harfiah, bukannya pemahaman bahwa Ia adalah Allah, maka Gereja berhak mengubah hukum. Ada beberapa bukti mengenai hal ini di mana otoritas gereja mula-mula menganulir syarat sunat (Kisah 15)- sekalipun hal tersebut tidak ada kaitannya dengan sistem upacara korban yang digenapi oleh Yesus.)

    3. Baca Matius 16:20. Di tengah kebingungan yang berkecamuk, mengapa Yesus meminta murid-muridNya untuk merahasiakan jawaban penting ini? (Tentunya karena soal waktu. Ulasan-ulasan Alkitab mengemukakan bahwa jika murid-murid Yesus dengan lancang memproklamirkan saat itu bahwa Ia adalah Mesias, maka hal tersebut akan menyulut perlawanan terhadap pelayanan Yesus.

  4. Yesus adalah Allah

    1. Yesus diperhadapkan dengan “ujian” lainnya dari pemuka Yahudi, maka Ia memutuskan untuk mengimbanginya. Baca Matius 22:41-42. Benarkah hal tersebut dalam pandangan saudara? (Yesus disebut “Anak Daud” oleh para pengikutNya (Matius 21:9) karena mereka  percaya Mesias akan mengikuti jejak Raja Daud dan menaklukkan bangsa-bangsa sekitar (Yesaya 9:5-6). Matius menunjukkan bahwa Yesus secara harfiah merupakan keturunan Raja Daud (Matius 1).)

    2. Baca Matius 22:43-46. Selain untuk menghentikan upaya pemuka Yahudi yang berusaha mengalihkan perhatianNya dengan pertanyaan yang mengganggu, mengapa Yesus mengajukan pertanyaan tentang hubungan antara Raja Daud dan Mesias?

      1. Apa yang terkandung dalam Matius 22:44 mengenai keberadaan Mesias? (Bahwa Mesias duduk di sebelah kanan Allah! Paling tidak hal tersebut berarti bahwa Ia adalah makhluk surga. Ia memiliki kuasa luar biasa di surga.)

        1. Jika hal ini begitu jelas kepada kita, mengapa para pemuka Yahudi menjadi bungkam?

        2. Apakah mereka tidak mengerti bahwa Yesus itu Allah? (Mereka mengharapkan Mesias untuk menjadi penguasa duniawi. Yesaya 9:5-6 menyebutNya “Allah yang Perkasa,” namun fokusnya adalah pada pemerintahanNya di atas dunia. Para pemuka Yahudi tidak bisa melihat bahwa Yesus adalah Allah. Jika tidak, maka jawab atas pertanyaan ini akan nampak jelas bagi mereka.)

          1. Jadi, mengapa Yesus menanyakan pertanyaan ini? (Untuk menunjukkan bahwa Ia adalah Allah. Mesias datang pertama-tama dan terutama untuk menjadi Juruselamat kita. Ia datang untuk menjadi Anak Domba Allah. Ia datang untuk menjadi Pengantara dari pengorbananNya ganti kita di kaabah surga (Ibrani 8).)

    3. Jika engkau sepakat, maka persembahkanlah kepadaNya kesetiaanmu kepadaNya sebagai Allahmu. Jika ia bukan Allah, ia bukanlah “orang saleh,” ia bukan orang baik, ia bukan nabi, ia bukan orang yang rohaniah – ia seorang pendusta dan penipu. Keputusan ada di tanganmu, dan bagi orang-orang yang membaca Alkitab dan memiliki sedikit akal sehat pilihannya akan sangat jelas dan terang.

  5. Misteri KeilahianNya.