Kenyataan
Kemanusiaan-Nya
(1
Yohanes 4, Roma 5, Ibrani 2, 1 Korintus 11)
Yesus
yang Ajaib: Pelajaran 3
Copr.
2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan: Seorang
teman mengirimi saya sebuah video klip Oprah Show dimana Oprah dengan
semangat mengemukakan argumentasi bahwa ada banyak jalan menuju kebenaran dan
menuju surga. Ia tidak sendirian. Ini merupakan falsafah masa kini – pendapat
setiap orang sama benarnya. Satu-satunya pengecualian adalah jika saudara tidak
setuju. Dalam
kasus tersebut pendapat saudara tidak berada di “jalur” yang benar. Alkitab
tidak menerima teori “pendapat yang beraneka ragam sama-sama benar.” Gantinya,
Alkitab mengajarkan bahwa pilihannya adalah benar atau salah. Tidak ada daerah
netral. Bahwa saudara hanya bisa salah satu: benar atau salah, adalah pokok
pelajaran minggu ini: kemanusiaan Yesus. Alkitab mengklaim bahwa Yesus
sepenuhnya manusia dan (sebagaimana pelajaran kita pekan lalu) sepenuhnya Allah.
Mari selami
pelajaran kita pekan ini tentang “sisi” manusia Yesus!
- Pentingnya
Mengakui Kemanusiaan-Nya
- Baca 1
Yohanes 4:1. Apa yang ayat ini ajarkan tentang teory Oprah bahwa semua keyakinan
sama benarnya? (Dikatakan bahwa kita perlu “menguji” teori-teori tersebut
untuk memeriksa apakah berasal dari Allah. Di luar sana ada banyak
kebohongan yang dilontarkan oleh orang-orang yang mengaku berkata-kata
untuk Allah.)
- Baca 1
Yohanes 4:2-3. Apakah dasar untuk menentukan pendapat mana yang berasal dari
Allah dan pendapat mana yang berasal antikristus? (Apakah orang tersebut
mengakui bahwa Yesus “datang dalam bentuk daging.”)
- Baca 1
Yohanes 4:4-6. Apakah saudara berharap bahwa dunia akan mendengarkan
saudara? Apakah saudara berharap mereka akan berpendapat bahwa saudara
berada di jalur yang “benar?”
- Berapa
banyak orang yang menonton acara Oprah dan mendengarkan pendapatnya?
Apakah ayat ini menjelaskan mengapa demikian? (Dunia mendengarkan sudut
pandang dunia.)
- Bagaimana
sampai dunia dan gereja memiliki pandangan yang berbeda? Apakah mereka
tidak menggunakan logika yang sama? (Perhatikan bahwa ayat 4 menyatakan
bahwa “Roh” yang ada di dalam kita lebih besar daripada roh yang ada di
dalam dunia. Saya tidak tahu pandangan Oprah tentang Yesus. Saya sekadar
melihat apa yang ia katakan tentang “banyak jalan” menuju kebenaran.)
- Bagaimana kita “mengalahkah” dunia melalui Yesus? (Yesus menang atas dosa dan
kematian! Sebagian dari kemenangan ini adalah bahwa Yesus datang dalam
daging.)
- Mengapa
kemanusiaan Yesus begitu penting? Mengapa hal tersebut penting bagi
kemenangannya atas dosa. Kita akan mempelajari hal tersebut.
- Pentingnya
Kemanusiaan Yesus
- Ibrani
2:10. Bagaimana bisa Ibrani berbicara tengan menjadikan Yesus “sempurna?”
Ia adalah Allah. Ketidak-sempurnaan apa yang ada pada-Nya?
- Baca
Roma 5:12-14. Bagaimana caranya dosa masuk ke dalam dunia? (Oleh dosa
Adam dan Hawa)
- Perhatikan
bahwa Adam adalah gambaran “Dia yang akan datang.” Siapakah dia?
- Baca Roma 5:15-17. Bagaimana sampai Yesus menjadi kontra dari
Adam? (Adam
membawa dosa dan kematian kepada kita. Yesus membawa keselamatan dan
hidup kekal kepada kita.)
- Baca
Roma 5:18-19. Mengapa kitab Roma memusatkan perhatian pada ketidak-taatan
Adam dan ketaatan Yesus? (Adam dan Hawa diberi ujian: Akankah mereka taat
kepada Allah? Apakah mereka percaya dan meyakini Allah, ataukah mereka
meragukan Allah dan hendak bergantung kepada diri sendiri dengan mencoba
menjadi sama dengan Allah? Adam dan Hawa gagal dalam ujian tersebut. Hasil
logis dari ayat ini adalah bawa Yesus melanjutkan apa yang Adam
tinggalkan. Itulah alasan mengapa Adam disebut “gambaran” Yesus. Yesus
datang ke dunia sebagai manusia, Ia percaya dan yakin akan Bapa-Nya. Ia
tidak berdosa dengan tidak taat dan tidak percaya. Ia tidak berdosa
sekalipun Ia menderita.
- Apa inti dari semua ini? (Jika Allah menciptakan hukum yang tidak bisa
ditaati maka bagaimana bisa kita disalahkan atas dosa-dosa kita? Dosa akan menjadi hal
yang wajar dan melekat pada kehidupan kita. Kita akan senantiasa hidup
di dunia yang terinfeksi dosa dan menderita akibat dosa. Yesus membuktikan
bahwa dosa bukanlah suatu keniscayaan.)
- Dengan
mempertimbangkan tugas yang terbentang di hadapan Yesus, dapatkah saudara
sekarang menjawab pertanyaan mengapa Allah yang sempurna dijadikan
(Ibrani 2:10) “sempurna” melalui penderitaan? (Ia menjadi pengganti yang
sempurna. Ia menjadi “Adam Kedua” yang sempurna. Ia menjadi “Anak Domba
Allah” yang sempurna. Kehidupannya yang sempurna, penderitaan-Nya demi
dosa kita, kematian-Nya ganti kita memberi kita kesempatan untuk hidup
kekal!)
- Baca
Ibrani 2:14-15. Bagaimana kematian Yesus memusnahkan iblis? (Kuasa maut
diambil dari Setan oleh kematian Yesus. Tatkala Adam berbuat dosa, kita
semua harus mati karena dosa-dosa kita. Tatkala Yesus menunjukkan bahwa
manusia dapat hidup dalam ketaatan kepada Allah, tatkala Yesus memikul
dosa kita, tatkala Ia mati ganti kita karena dosa-dosa kita, kuasa Setan
atas diri kita diambil-Nya. Ia mengambil otoritas Setan untuk menuntut
kematian kita.)
- Baca
Ibrani 2:17. Mengapa Yesus harus dijadikan serupa dengan kita “dalam
segala hal?” (Inilah jawaban mengapa penting memahami kenyataan
kemanusiaan Yesus. Ia tidak akan berdiri di tempat Adam dan mengalahkan
dosa (menang di tempat mana Adam kalah) jika Ia tidak menjadi manusia.)
- Mengapa
Yesus dibandingkan dengan Imam Besar “yang menaruh belas kasihan?” (Imam Besar dalam pelayanan
Kaabah di Perjanjian Lama mempersembahkan darah korban untuk menyucikan
dosa orang banyak.)
- Baca
Ibrani 9:11-14. Bagaimana dengan Yesus sebagai Imam Besar kita? (Yesus
mempersembahkan darah-Nya untuk dosa-dosa kita di kaabah surga. Ia penuh
belas kasihan terhadap kita.)
- Baca Ibrani 4:15-16. Bagaimana bisa Yesus dicobai dalam segala
cara di mana kita dicobai jika Ia tidak sepenuhnya manusia?
- Apakah
Yesus dicobai seperti kita atau seperti Adam dan Hawa? (Tampak dari
cerita dalam kitab Kejadian bahwa Adam dan Hawa hanya mengalami satu cobaan.
(Atau setidaknya satu waktu pengujian sebelum mereka berbuat dosa.) Saya
dicobai sepanjang waktu. Demikian pula Yesus.
- Coba
lihat penerapan praktis dari ayat ini. Jika Yesus dicobai seperti saya, namun
tidak berdosa, apakah saya punya alasan untuk berdosa? (Adam dan Hawa
diciptakan sempurna. Kesan yang saya dapatkan dari kitab Roma 5 adalah bahwa
Yesus datang seperti Adam – dalam arti Yesus bukannya tidak punya
kecenderungan untuk berdosa.)
- Apa
yang menjadi tujuan saya untuk menghidupkan kehidupan yang sempurna?
Mengapa saya mau melakukannya? (Semua ayat di kitab Ibrani yang telah
kita baca yang menyingkapkan pekerjaan Yesus di surga sebagai Imam
Besar kita, menutupi dosa kita dengan darah-Nya, menjelaskan bahwa kita
tidak masuk surga oleh usaha kita sendiri. Jangan mengupayakan hidup
“sempurna” agar bisa masuk surga. Di lain sisi, Yesus melalui segala
derita dan perih untuk mengalahkan dosa. Mengapa saya harus melibatkan
diri pada perkara yang telah Yesus kalahkan dengan mengorbankan
diri-Nya?)
- Pengharapan
- Mobil
mini-van milik putri saya mengalami kempes ban. Kempes ban ini
membuat pelek mobilnya rusak, jadi saya memesan pelek baru untuk dikirim
ke pompa bensin tempat mobil dan ban rusaknya berada. Karena kami sedang
melakukan perjalanan, maka perlu beberapa hari sebelum putri saya bisa
kembali ke pompa bensin tersebut dan memasang roda yang baru. Kejadian
ini membuat saya kuatir bahwa orang-orang di pompa bensin tersebut
mengira bahwa putri saya sudah tidak berminat pada pelek mobilnya dan
mereka membuang pelek aluminium istimewanya (namun tidak mahal). Begitu
pompa bensin tersebut menerima pelek tersebut kekuatiran saya bahwa pihak
pompa bensin mengira kita tidak akan kembali menjadi berkurang.
Kesejajaran apa yang saudara dapatkan antara “pikiran tentang ban” ini
dan apa yang kita sementara bahas mengenai pengorbanan Yesus ganti kita?
- Baca 1
Korintus 11:23-26. Apa hubungan antara pengharapan akan Kedatangan Yesus
Kali Kedua dan kematian-Nya ganti kita seperti yang dikemukakan oleh ayat
ini? (Setelah melalui semua ini – menjadi manusia, menghidupkan kehidupan
yang sempurna, menderita kematian yang mengerikan, mengalahkan maut,
menurut saudara apakah Ia akan beranjak pergi dari apa yang telah Ia
lakukan?)
- Siapa
yang Yesus kuatirkan akan kehilangan minat? DiriNya atau kita? (Yesus
memandang pengorbanan-Nya ganti kita sebagai peristiwa utama yang
memberi kita kepastian bahwa Ia akan datang kembali.)
- Sobat,
apakah engkau percaya bahwa Yesus itu sepenuhnya manusia sebagaimana juga
sepenuhnya Allah? Jika dalam kemanusiaan-Nya Ia memungkinkan engkau untuk
hidup kekal bebas dari dosa, kematian dan penderitaan, maukah engkau
membagikan kabar ajaib ini kepada orang lain?
- Pekan
depan: Hikmat dari Pengajaran-Nya