<-- The Wonder of His Works

Keajaiban Pekerjaan-Nya

(Matius 7 & 8, Markus 5)

Yesus yang Ajaib: Pelajaran 5

 

Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

Pekan lalu kita mempelajari Khotbah Yesus di atas Bukit dan jenis sikap bagaimana yang perlu kita punyai jika ingin bahagia. Sikap membuahkan tindakan. Pekan ini kita akan menengok jenis-jenis sikap yang Yesus perlihatkan kepada kita. Apakah kita juga perlu memperlihatkan sikap-sikap yang sama terhadap orang lain? Apakah sikap-sikap ini merupakan pengamalan dari Khotbah di atas Bukit? Mari selami pelajaran kita dan temukan jawabnya!

  1. Perbuatan Apa?

    1. Baca Matius 7:15-18. Saya sangat yakin bahwa kita diselamatkan oleh iman, bukan oleh perbuatan. Apa yang diajarkan oleh ayat ini mengenai hubungan antara perbuatan dan iman? (Dikatakan bahwa kehidupan iman menghasilkan perbuatan yang sejalan dengan iman. Perbuatan merupakan bukti dari iman sebagaimana halnya buah apel merupakan bukti adanya pohon apel.)

    2. Baca Matius 7:21. Apa yang tidak mencukupi untuk memperoleh keselamatan (Bicara.)

      1. Baca Roma 10:13. Bagaimana saudara mempertemukan kedua ayat ini? (Saudara perlu membaca keseluruhan pasal: Roma 10:1-21. Paulus memperlihatkan bahwa saudara bisa melakukan tindakan “religi” tanpa memahami Allah. Khususnya, saudara tidak akan memahami Allah jika saudara tidak percaya kepada Yesus. Paulus berpesan agar kita menaruh iman kita kepada Yesus agar dapat diselamatkan.)

    3. Baca Matius 7:22-23. Jika buah apel membuktikan adanya pohon apel, mengapa mujizat, nubuat, pengusiran setan tidak menjadi bukti bahwa mereka ini orang benar?

      1. Baca Matius 12:24-25. Bagaimana saudara mempertemukan pernyataan Yesus bahwa iblis hanya dapat diusir oleh kuasa Allah, dan pernyataan-Nya dalam Matius 7:22-23 bahwa Allah tidak mengenal beberapa dari orang-orang yang mengusir setan? (Tujuan keseluruhan dari Matius 7 adalah mengenali orang beriman lewat pekerjaan mereka. Saya hanya bisa menyimpulkan bahwa orang-orang ini berdusa atau menipu diri sendiri. Yesus menyebut mereka “pembuat kejahatan!” Kehidupan mereka mencerminkan perbuatan jahat, bukan pekerjaan Allah.)

  2. Penderita Kusta

    1. Baca Matius 8:1-3. Yesus baru saja menyelesaikan Khotbah di atas bukit kemudian Ia turun dari dan bertemu dengan seorang yang sakit kusta. Andai saudara menderita kusta, bagaimana saudara menyikapi dan memandang dunia?

      1. Coba daftarkan bagaimana perasaan saudara. (Saya tidak akan punya harapan atau impian masa depan. Saya tahu bahwa hidup ini akan bertambah buruk. Penampilan saya buruk dan akan tambah buruk. Aroma saya busuk. Tak seorang pun mau berdekatan dengan saya. Tak seorangpun menghargai saya karena mereka beranggapan dosa sayalah yang menyebabkan penyakit saya. Saya tidak akan pernah memiliki kehidupan seutuhnya. Malahan saya akan meninggal dalam keadaan menyedihkan dan seorang diri.)

    2. Apakah ada masalah yang seseorang akan hadapi dalam kehidupan ini yang tidak akan menjadi bagian dari masalah orang kusta ini?

    3. Penderita kusta itu berkata, “Tuan, jika Tuan mau….” Tempatkan diri saudara pada posisi Yesus. Akankah saudara menyembuhkan orang yang jelek dan berbau busuk ini? Bagaimana jika saudara beranggapan bahwa bersentuhan dengan orang kusta akan membuat saudara terjangkit dan hidung saudara akan lepas? Bagaimana dengan masalah bahwa secara agama saudara akan menjadi “najis?”

      1. Apakah ada untungnya bagi Yesus dalam menyembuhkan orang yang sakit kusta ini?

      2. Apakah Tuhan senantiasa bersedia menyembuhkan kita?

      3. Ucapan Bahagia yang mana yang terkait dengan situasi ini? (Matius 5:7. Berbahagialah orang yang murah hatinya.)

      4. Apakah saudara pernah menemukan dalam Perjanjian Baru di mana seseorang datang menemui Yesus dan Yesus mengatakan, “Tidak, Saya tidak mau menyembukan engkau?”

        1. Apakah pohon kehidupan saudara mencerminkan “buah kemurahan hati?”

  3. Perwira

    1. Baca Matius 8:5-8. Sebagai seorang perwira, seberapa penting orang ini? (Ia seorang opsir militer Roma yang mengepalai 100 orang. Para perwira merupakan tulang punggung laskar Roma.)

      1. Apa sisi negatif dari posisi orang ini sebagai perwira? (Ia mewakili laskar asing yang menduduki negeri Allah. Ia orang Kafir.)

      2. Menurut saudara apakah bukan hal yang biasa bagi perwira tersebut untuk meminta Yesus agar menolong hambanya? (Saya membayangkan perwira ini tidak merasa pasti bagaimana ia akan diterima oleh seorang guru Yahudi. Barclay mengatakan bahwa dalam hukum Roma seorang budak didefinisikan sebagai perkakas yang hidup. Ia tidak memiliki hak.)

      3. Seorang penulis Roma di bidang manajemen perkebunan menganjurkan agar para petani memeriksa perkakas mereka setiap tahun dan membuang alat-alat yang telah usang dan rusak – dan melakukan hal yang sama terhadap budak-budak mereka! Kini sang budak sudah lumpuh—mengapa tidak membunuhnya saja?

        1. Apakah yang dikatakan oleh semua ini tentang karakter dari perwira ini? Apakah ia memperlihatkan karakter yang Yesus anjurkan dalam Ucapan Bahagia?

        2. Ataukah, kejadian ini sama halnya dengan sang perwira tersebut meminta Yesus memperbaiki traktornya?

    2. Perhatikan bahwa Yesus menawarkan diri untuk datang ke rumah perwira tersebut dan kemudian perwira tersebut meminta Yesus untuk tidak datang. Apa yang sedang terjadi? Rumahnya berantakan? (Baca Kisah 10:28. Di sini, Petrus sedang berbicara dengan seorang perwira Roma! Tidaklah patut seorang Yahudi berkunjung ke rumah orang yang bukan Yahudi. Baik Yesus maupun sang perwira mengetahui hal ini dan perwira tersebut berusaha menghindarkan Yesus dari situasi yang sulit.)

      1. Kalau perkiraan saya benar tentang hal ini, mengapa perwira tersebut tidak membawa budaknya dengan tempat tidurnya kepada Yesus? Apakah menurut saudara Matius 5:5 (berbahagialah orang yang lemah lembut) ada kaitannya dengan hal ini? (Misalkan sang perwira tersebut tadinya berharap bahwa wewenangnya akan membawa pengaruh. Segera setelah Yesus memberinya jawaban yang lemah lembut (alih-alih keberatan yang sudah sepatutnya), maka perwira tersebut dengan segera akan menanggapi dengan jawaban yang lemah-lembut dan tidak membuatnya kehilangan muka)

    3. Baca Matius 8:9-10. Apakah di sini perwira tersebut sedang memperagakan Ucapan Bahagia? (Mungkin ganjil kedengarannya, namun menurut saya perwira tersebut sementara memperagakan Matius 5:9 – ia seorang pembawa damai. Ingat bukan, bahwa pembawa damai itu mendamaikan Allah dan manusia? Pembawa damai menunjukkan bagaimana Yesus menjembatani jurang yang berada di antara Allah dan manusia. Perwira ini mengatakan saya dapat memerintahkan orang lain untuk melakukan sesuatu dari jarak jauh. Tentunya Allah dapat melakukan hal seperti itu juga!)

      1. Apakah budak lumpuh tersebut memiliki iman? (Tidak ada indikasinya.)

      2. Dapatkah saudara disembuhkan berdasarkan iman orang lain? (Sepertinya demikian.)

    4. Apakah Yesus bersedia menyembuhan budak tersebut? (Ya.)

      1. Pada saat mana? (Matius 8:7 menunjukkan bahwa Yesus memutuskan untuk menyembuhkannya sebelum Ia mendengar pernyataan iman yang besar dari sang perwira!)

        1. Mengapa? (Menurut saya ini merupakan peragaan dari Matius 5:7. Perwira tersebut menunjukkan kemurahan hati kepada budaknya. Yesus kemudian menunjukkan kemurahan hati kepada perwira dan budaknya tersebut.)

  4. Orang Sakit dan Kerasukan Setan

    1. Baca Matius 8:16-17. Ayat rujukannya adalah Yesaya 53:4 di mana nabi Yesaya berbicara tentang Yesus yang memikul kelemahan dan penyakit kita. Yesaya juga menulis tentang Yesus yang menanggung hukuman karena dosa kita. Menurut pemahaman saudara apa artinya pernyataan ini? Dapatkah kita meminta pemulihan fisik sama jauhnya dengan kita meminta pengampunan atas dosa?

      1. Ataukah, Yesus sedang mengutarakan bahwa Ia dekat dengan penyakit, oleh karena itu kita kadang kala menderita penyakit sebagai bagian dari keberadaan kita di dunia ini? (Menurut saya keduanya benar. Manakala Yesus datang untuk membinasakan dosa dan kematian untuk selama-selamanya Ia juga akan membinasakan penyakit. Sementara menunggu hal itu terjadi, sudah menjadi bagian dari kondisi manusia untuk menderita penyakit.)

  5. Pengharapan Terakhir

    1. Baca Markus 5:22-24. Tempatkan diri saudara pada posisi ayah ini. Bagaimana kondisi pikirannya pada ayat 22 dan bagaimana kondisi pikirannya pada ayat 24?

    2. Baca Markus 5:25-32. Bagaimana kondisi pikiran sang ayah sekarang? (Pembuluh darah saya hendak pecah rasanya. Putri saya sedang sekarat. Ini keadaan darurat dan Yesus masih melihat sekeliling untuk mencari tahu siapa yang menjamahNya di tengah orang banyak!)

    3. Baca Markus 5:33-35. Apa yang menjadi penyebab hingga putrinya meninggal? (Kelambatan.)

      1. Apakah yang diceritakan oleh kejadian ini mengenai kesadaran Yesus akan prioritas? Bisakah Ia bekerja di Unit Gawat Darurat?
    1. Baca Markus 5:36. Apa yang harus sang ayah ini percayai? Putrinya baru saja meninggal karena Yesus membuang waktu dengan hal yang bukan darurat!

    2. Baca Markus 5:42-43. Apakah keterlambatan tersebut jadi soal sekarang? Apakah sekarang saudara mengijinkan Yesus bekerja di UGD? (Ini merupakah salah satu cerita Alkitab kegemaran saya karena kisah ini mengumpamakan hidup kita di dunia ini. Ada hal-hal di luar akal yang terjadi. Allah terkadang membuat kita kecewa. Kita beranggapan bahwa Ia tidak cukup menaruh perhatian terhadap tugasNya (setidaknya yang terkait dengan hidup kita). Kita belajar dari cerita ini “Jangan takut; percaya saja.” Kita harus percaya bahwa Yesus telah menaklukkan maut. Waktu tidak jadi soal bagi Yesus. Ia akan membuat segalanya menjadi baik. Manakala Ia melakukannya, penundaan tidak akan jadi soal bagi saudara.)

    3. Sobat, maukah engkau hari ini berketetapan untuk hidup tanpa ketakutan? Apakah percaya kepada Yesus akan menjadi bagian dari “buah-buah” kehidupanmu sekalipun engkau tidak bisa melihat logika di balik apa yang sedang terjadi?
  1. Pekan depan: Tantangan Perkataan-Nya