<-- The Tenderness of His Love

Kelembutan Kasih-Nya
(Matius 5, 15 & 18)
Yesus yang Ajaib: Pelajaran 9

Copr. 2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.

Saat pertama kali mengemudikan mobil, saya sangat berhati-hati agar tetap berada di jalur yang benar. Ini penting karena 99% jalan raya di tempat saya hanya memiliki dua jalur. Pengendara di jalur sebelah melaju ke arah saya dengan kecepatan yang tinggi! Pikiran saya kemudian mencetuskan gagasan bahwa saya perlu menyejajarkan hiasan yang ada di kap mobil dengan garis pembatas jalan. (Teori ini hanya akan berhasil kalau saya duduk di kursi penumpang atau di kursi belakang – tempat di mana saya memperoleh teori mengagumkan ini.) Supir yang sudah berpengalaman pasti tahu kalau teori saya ini konyol. Pengemudi yang berpengalaman secara otomatis akan “mengerti” apakah mereka berada di jalur mereka. Mengemudi itu seperti halnya kehidupan Kristen, hanya saja ada begitu banyak orang yang keluar jalur atau setidaknya berada di jalur yang salah. Satu perkara di mana sebagian orang suka “keluar jalur” adalah tentang kasih Yesus. Salah satu dari sikap ekstrim berikut ini ada pada mereka: Tidak percaya bahwa Ia mengasihi mereka atau begitu sedikit pengetahuan mereka tentang Yesus sehingga mereka terkejut saat mendengar bahwa Ia juga yang akan menjadi Hakim di pengadilan terakhir nanti di mana hukumannya adalah kematian kekal. Pekan ini kita akan mempelajari sikap kasih Yesus. Lihat apakah nanti kita bisa berada di jalur yang benar!

  1. Memberi Makan Orang yang Disembuhkan

    1. Baca Matius 15:29-30. Pernahkah saudara mendengar frasa “waktu produktif” Apa artinya? (Artinya, waktu yang saudara gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan, bukannya waktu yang saudara habiskan untuk perkara-perkara yang mengalihkan saudara dari pekerjaan.)

      1. Apa tugas utama Yesus selama tiga tahun pelayanan-Nya di atas bumi? (Menunjukkan bahwa Dialah Mesias itu dan menjelaskan bagaimana Ia menunaikan rencana keselamatan pastilah merupakan bagian terbesar dari tugasNya tersebut.)

      2. Menurut saudara apakah menyembuhkan orang-orang yang terus berdatangan merupakan bagian dari tugas Yesus?

    2. Baca Matius 15:31. Pelajaran apa yang diperoleh orang banyak dari peristiwa ini? (Ayat tersebut menyebutkan bahwa mereka memuliakan “Allah Israel.”)

      1. Menurut saudara apakah mereka menyebut Yesus sebagai “Allah Israel?” (Saya tidak menyimpulkan bahwa mereka demikian gamblang mengungkapkan pertalian seperti itu. Anggaplah mereka tidak sedang mempertalikan Yesus sebagai Allah Israel. Membuat orang memuji Allah memang merupakah hal yang baik, tapi tampaknya hal tersebut bukan merupakan “tugas” yang terkait langsung dengan pekerjaan Yesus. Penyembuhan menunjukkan bahwa Yesus mempunyai kuasa istimewa atau terhubung kepada suatu kuasa yang istimewa, namun tidak menjelaskan tugasNya yang khusus.)

      2. Jika waktu yang tersedia singkat saja, dan tindakan Yesus ini tidak terkait langsung dengan pekerjaanNya, mengapa Ia melakukannya?

    3. Baca Matius 15:32. Pemahaman apa yang ayat ini berikan kepada kita mengenai motif Yesus mengadakan penyembuhan? (Ia menyembuhkan mereka karena Ia peduli. Lihat Matius 14:14. Sebenarnya mereka bisa melakukan tugas sederhana yakni mencari makan untuk diri mereka sendiri. Yesus tidak saja memiliki belas kasihan untuk menyembuhkan penyakit dan kelemahan mereka, Ia juga kuatir mereka akan pulang dalam keadaan lapar.)
      1. Bagaimana saudara menjelaskan mengenai orang-orang yang kelaparan sekarang ini? Apakah Yesus tidak lagi memiliki belas kasihan setelah Ia kembali ke surga? (Perhatikan bahwa Yesus tidak menyembuhkan semua orang di atas bumi. Ia tidak memberi makan semua orang di atas bumi. Ia menyembuhkan dan memberi makan orang-orang yang datang kepadaNya dalam iman.)

      2. Mengapa Yesus menyampaikan keprihatinanNya kepada murid-muridNya? Apa yang seharusnya mereka lakukan?

    1. Baca Matius 15:33-34. Apa yang nyata-nyata akan menjadi jawaban atas pertanyaan murid-murid tersebut? (Yesus telah memberikan penglihatan kepada orang yang buta, apa susahnya menciptakan roti? Lagi pula, jika kita tengok Matius 14:14-21 akan didapati bahwa Yesus belum lama berselang telah memberi makan 5,000 dengan cara yang amat mirip. Murid-murid tahu bahwa Yesus punya kuasa untuk menyiapkan makanan bagi orang-orang ini.)

      1. Pertimbangkan apa yang sedang terjadi. Jika murid-murid tersebut menunjukkan iman yang sepatutnya terhadap Yesus mereka akan berpaling kepadaNya untuk memberi makan orang banyak. Kendatipun demikian, Yesus menyuruh mereka melewati jalan yang salah saat Ia meminta solusi dari mereka dan bahkan membahas jumlah ketul roti yang ada. Mengapa Yesus sepertinya menuntun murid-muridNya untuk bergantung pada diri sendiri?

        1. Apakah menurut saudara Ia pernah melakukan hal ini kepada saudara? (Menyadari bahwa mereka tidak bisa melakukan hal tersebut menyebabkan murid-murid lebih jelas mengerti akan kuasa Allah. Terkadang kita perlu menghadapi kesulitan untuk dapat mengerti sepenuhnya kasih dan kuasa Allah.)

    2. Baca Matius 15:35-38. Apakah murid-murid tersebut punya peran dalam mujizat ini?

      1. Pelajaran apa yang saudara temukan dalam cerita ini? (Kita perlu bersandar pada Yesus sang pembuat mujizat yang penuh kasih, namun Dia menetapkan peran untuk kita. Peran kita adalah mempercayaiNya dan bekerja denganNya dalam menunjukkan belas kasihan kepada orang lain.)

  1. Kepedulian terhadap Anak-anak

    1. Matius 18:1-3. Apakah ini berarti murid-murid telah mengajukan pertanyaan yang salah? (Mereka menanyakan siapakah yang terbesar dalam kerajaan Surga. Yesus menjawab dengan berkata “Mari kita bahas dulu bagaimana caranya engkau masuk surga.)

      1. Coba kita perhatikan ayat ini sejenak. Pada kita ada berbagai rumusan tentang diselamatkan. Matius 24:13 mengatakan agar “bertahan sampai kesudahan” dan kita akan diselamatkan. Lukas 13:23-24 mengatakan bahwa orang-oang yang masuk melalui “pintu yang sempit” akan diselamatkan. Yohanes 10:9 mengatakan bahwa jika kita masuk melalui “pintu” Yesus kita akan diselamatkan. Kisah 2:21 dan Roma 10:13 mengatakan bahwa kalau kita berseru kepada nama Tuhan kita akan diselamatkan. Sekarang dikatakan bahwa kita perlu menjadi seperti anak kecil agar dapat diselamatkan. Apa yang Yesus bicarakan di sini?

        1. Apakah saudara melihat alur logika yang konsisten tentang keselamatan dalam ayat-ayat ini?

    2. Baca Matius 18:4. Bagaimana pengalaman saudara dengan anak-anak kecil – dalam hal ini anak yang sudah bisa berjalan, berbicara dan kesana-kemari? Bukankah mereka kekanak-kanakan dan egois? (Orang tua manapun akan sadar bahwa anak-anak memiliki karakter yang kurang sempurna karena mereka belum dewasa. Tentunya, Yesus tidak sedang membicarakan hal itu. Sebaliknya, saat Ia berbicara tentang “rendah-hati,” Ia berbicara tentang kebergantungan. Dari Matius 15 (cerita kita yang terakhir) lewat kisah ini kita lihat Yesus mengajarkan tentang kebergantungan kepada Allah. Pertanyaan “Siapakah yang terbesar” berarti “Siapa yang akan menjadi penguasa?” Yesus berkata “lupakan siapa yang akan memerintah.” Sebaliknya, kembangkan  kebergantungan kepadaKu. Bekerja berdasarkan kerendahan-hati artinya bekerja berdasarkan kebergantungan kepada Allah, bukan bekerja dengan menguasai orang lain.)

        1. Apa kaitannya dengan tema kasih Yesus? (Kita bisa mengasihi orang lain jika kita tidak tidak berangan-angan untuk memerintah atas mereka)

    3. Kita baca lebih lanjut. Baca Matius 18:5-6. Apa yang terdapat dalam kebergantungan? (Bagi anak-anak, kebergantungan berarti mereka dengan mudah dituntun atau dipengaruhi. Jika saudara mendidik anak-anak, kewajiban saudara besar sekali. Sebagai orang dewasa, pastikan bahwa saudara dituntun dan bergantung kepada Allah.)

    4. Baca Matius 18:7. Apa yang dikatakan ayat ini tentang Hugh Hefner? Apa yang dikatakannya tentang pemasok narkoba yang mengedarkan dagangannya di tempat-tempat bermain anan-anak? Apa yang dikatakannya tentang mewariskan kebiasaan buruk saudara kepada anak-anak saudara? (Kita tidak bisa mengatakan “Semua orang melakukannya.” Kita tidak bisa mengatakan “Jika saya tidak menjadi pemasok, orang lain yang akan melakukannya.” Masing-masing kita harus memperhatikan baik-baik pengaruh kita dan menanyakan “Apakah saya menyebabkan orang lain berdosa?” Apakah pengaruh saya positif atau negatif?)

  2. Penyembah Berhala yang Mengasihi

    1. Berapa banyak musuh saudara? (Jika tidak banyak, saudara perlu meneliti hidup Kristiani saudara.)

      1. Dapatkah saudara menemukan persamaan antara gerak badan dan mengasihi musuh? (Pikirkan peluang membangun karakter dengan cara mengasihi dan mendoakan musuh saudara. Saudara akan mendapatkan otot yang lebih kekar kalau saudara mengencangkannya, kalau saudara melatihnya. Saudara akan memperoleh “otot” karakter yang lebih kekar saat saudara melatihnya.)

    2. Bagaimanakah “mengasihi” musuh itu didefinisikan dalam ayat-ayat ini? Apakah dengan memberi rangkulan? (Teladan yang Yesus berikan adalah perlakuan yang sama terhadap orang-orang yang menjadi “musuh” Allah. Apa yang saudara lakukan terhadap teman saudara, lakukan juga pada musuh saudara.)

    3. Baca Matius 5:48. Mengapa kita harus lebih baik dari penyembah berhala jika berurusan dengan musuh? (Karena kita memiliki standar yang lebih tinggi. Kesempurnaan menjadi tujuan kita. Bukan untuk mencari keselamatan, tapi karena kita merupakan putra-putri Allah!)

    4. Sobat, bayangkan orang yang sangat bermusuhan denganmu. Apa yang akan engkau lakukan hari ini, pekan mendatang ini, bagi orang tersebut untuk menunjukkan bahwa engkau seorang putra atau putri Allah?

  3. Pekan depan: Arti Kematian-Nya