Untuk Masa
Seperti Ini: Rasul Paulus
(Kisah
22)
Agen-agen
Pengharapan: Pelajaran 1
Copr.
2008, Bruce N. Cameron, diterjemahkan oleh Debbie Jacobs. Semua referensi
Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru ©1974 Lembaga Alkitab Indonesia,
kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar
diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan
pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian.
Pendahuluan:
Apakah saudara pernah perhatikan bahwa di dalam Alkitab ada pola di mana Allah
gemar bekerja dengan perantaraan kelemahan? Peperangan-peperangan yang
diceritakan di Perjanjian Lama dimenangkan oleh para serdadu yang jumlahnya lebih
sedikit (Hakim-hakim 7) atau berangkat menuju medan perang didahului oleh
paduan suara (2 Tawarikh 20). Dalam 1 Korintus 1:27-29 Allah dengan gamblang
mengatakan bahwa Ia menggunakan hal-yal yang dipandang bodoh dan lemah oleh
dunia untuk mengalahkan hikmat dan kekuatan duniawi manusia. Mengapa? Allah
tidak ingin manusia keliru tentang siapa yang berada di balik kemenangan
tersebut. Jika saudara orang Kristen dan biasanya beranggapan bahwa diri
saudara lemah dan bodoh, ini berita baik namanya. Bagaimana dengan yang lainnya
yang tidak suka menganggap diri lemah atau bodoh dalam banyak kesempatan?
Inilah berita baik dalam mempelajari kehidupan rasul Paulus. Ia seorang yang pintar dan
berpengalaman dan Allah melakukan perkara-perkara besar melaluinya. Mari selami
pelajaran kita tentang Paulus untuk mengetahui lebih jauh!
- Paulus
– Hari-hari Permulaan
- Baca
Kisah 22:2-3. Di manakah Paulus dibesarkan? (Ia mengatakan “di kota ini.” Kisah 21:31 menunjukkan bahwa ini di Yerusalem.)
- Siapakah
pembimbing utama Paulus? (Gamaliel.)
- Apa yang saudara ketahui tentang dia? (Ia “sangat dihormati oleh
seluruh orang banyak.” Kisah 5:34. Ia seorang dosen terkemuka. Pokoknya
Paulus menimba ilmu di universitas “papan atas.”)
- Baca
Galatia 1:14. Bagaimana Paulus dibandingkan dengan orang-orang Yahudi
yang sebaya dengannya? (Ia seorang rabbi muda yang terkemuka.)
- Baca
Kisah 22:4-5. Siapakah yang dikenal Paulus? (Ia tidak saja mengenal Imam
Besar dan anggota Majelis (Sanhedrin), ia juga merupakan utusan resmi
yang ditugaskan untuk menumpas pengikut-pengikut Yesus.)
- Seberapa
ambisiuskah Paulus itu? (Ia mengatakan bahwa ia giat bekerja dan membunuh
orang Kristen. Saudara pasti tidak mau berada dalam kejarannya!)
- Paulus
– Yang Terpilih
- Baca
Kisah 22:6-8. Mengapakah Paulus (Saul) memanggil suara yang keluar dari
cahaya itu “Tuhan?” (Jelas Paulus menganggap bahwa kejadian ini
supranatural. Ini bukanlah kilat yang menyambar atau Paulus yang mendadak
pusing dan pening.)
- Baca
Kisah 22:10. Sementara membaca kisah ini, apa yang membuat saudara
beranggapan bahwa ini kejadian sungguhan (selain dari fakta bahwa cerita
ini terdapat di dalam Alkitab)? Apa yang membuat saudara beranggapan
bahwa inilah yang benar-benar terjadi pada Paulus? (Bayangkan saudara
jebolan sekolah terbaik, di kalangan teman-teman saudara berada di
jajaran teratas, kenal semua penguasa dan menjadi wakil resmi mereka.
Apakah saudara akan meninggalkan semua ini? Tentu saja tidak. Paulus
percaya bahwa Yesus berbicara kepadanya dan memberinya tugas dan petunjuk
baru dalam hidupnya.)
- Bagaimana
kalau kejadian ini disandingkan dengan kehidupan Amerika modern?
(Saudara lulusan Fakultas Hukum dari Yale, menjadi staff Gedung Putih
dan penasihat Presiden. Satu hari saat saudara sedang menjalankan tugas
untuk sang Presiden, sesuatu yang supranatural terjadi dan saudara
beranggapan bahwa saudara harus menjadi misionaris di Irak – hal yang
sangat jauh dari zona kenyamanan (dan keamanan) saudara!)
- Dalam
bagian pendahuluan, kita telah menyinggung bagaimana Allah biasa memilih
orang-orang yang lemah dan bodoh sebagai alat-Nya untuk mengalahkan
orang-orang jahat di bumi. Mengapa Ia memilih Paulus? (Kabar baiknya
adalah saudara tidak perlu menjadi lemah atau bodoh untuk melakukan
perkara-perkara yang besar bagi Allah. (Sekalipun di awalnya saudara
mungkin harus terlempar dari kuda tunggangan.) Alasan mengapa Allah
memilih Paulus adalah karena ia “giat bekerja” bagi Allah. Hanya saja ia
salah arah.)
- Paulus
– Misi yang Diembah
- Baca
Kisah 22:17. Tempatkan diri saudara pada posisi Allah untuk sejenak saja.
Jika saudara menugaskan sesuatu kepada Paulus, apakah saudara tidak akan
mengirimnya ke tempat yang ia kenal, mempunyai hubungan dengan
pemuka-pemuka di tempat tersebut dan amat mengetahui agama setempat?
(Allah mengatakan Ia melakukan apa yang tampaknya tidak logis karena Ia
tahu bahwa orang-orang setempat tidak akan menerima kesaksian Paulus.)
- Baca
Kisah 22:19. Apakah Paulus memperdebatkan hal ini dengan Allah? (Itulah
yang saya tarik dari jawaban Paulus: Paulus mengatakan, “Tunggu sebentar.
Orang-orang ini kenal saya dan tahu bahwa saya ada di pihak mereka.
Mereka akan mendengarkan saya.)
- Baca
Kisah 22:21. Apakah Allah memperdebatkan hal ini dengan Paulus. (Tidak.
Ia hanya mengatakan “Pergilah!”)
- Apakah
yang terjadi dengan keunggulan duniawi yang ada pada Paulus? Apakah ada
pelajaran yang bisa kita tarik dari sini? (Paulus adalah seorang yang
berbakat dan terdidik, namun banyak dari “hubungan-hubungan lama”nya
yang Allah tinggalkan di belakang. Ia sekarang menuju daerah baru.
Manakala Allah dengan jelas mengatakan “Pergilah” kita harus pergi
sekalipun logikanya kita tidak pahami.)
- Baca
Kisah 22:22. Kalau saudara mencermati cerita yang Paulus paparkan dalam
Kisah 22:1-21 bagian mana yang menyebabkan orang Yahudi memutuskan bahwa
Paulus itu bajingan yang harus dihabisi nyawanya? (Sepertinya “titik
penentunya” adalah saat ia mengatakan ia diutus sebagai misionaris bagi
orang bukan Yahudi.)
- Mengapa
hal tersebut menimbulkan amarah yang amat sangat? (Bagian dari
pernyataan Paulus bahwa orang Yahudi tidak akan menerimanya mungkin
tidak akan menjadikan mereka berang. Mereka memang tidak menerimanya.
Tidak perlu dipertengkarkan. Maka tentulah gagasan bahwa ia akan pergi
kepada orang bukan Yahudi untuk membagikan pengenalan akan Allah yang
menimbulkan amarah mereka.)
- Jika
hal ini amat membuat berang orang Yahudi, apa yang dikatakan di sini
mengenai apa yang selama ini Paulus pikirkan? (Bahwa sebelumnya ia
beranggapan bahwa ini merupakan gagasan yang buruk.)
- Pelajaran
apa yang bisa kita ambil di sini untuk hidup kita dan bekerja bagi
Allah? (Allah memberi Paulus tugas yang tidak akan dipilihnya dan
sejauh ini tidak sesuai dengan karirnya. Ini tidak saja menjadi
pelajaran praktis bagi kita, tapi juga mendukung kebenaran cerita ini.)
- Apakah
Paulus berhenti membawakan kabar injil bagi orang Yahudi? (Baca Kisah
13:43-47. Paulus pergi “lebih dahulu” kepada orang Yahudi. Namun, ia
paham bahwa misinya adalah untuk menjadi “terang bagi bangsa-bangsa yang
tidak mengenal Allah.”)
- Masuk
akalkah hal ini? Mengapa tidak memfokuskan misi saudara sejak awal?
(Masuk akal karena Kekristenan bukan sepenuhnya agama baru – sama
sekali tidak. Paulus mengkhotbahkan bahwa Yesuslah Mesias yang
dinanti-nanti itu. Ia adalah penggenapan dari nubuatan Perjanjian
Lama dan upacara-upacara. Orang Yahudi, lebih dari yang lainnya, seharusnya
dengan mudah memahami hal ini. Dengan orang Yahudi
saudara tidak perlu harus mulai dari “nol”.)
- Paulus
– Manusia
- Baca
Kisah 15:36-40. Apakah pahlawan-pahlawan Alkitab selalu akur? (Sepertinya
tidak.)
- Apakah
hal seperti itu oke-oke saja?
- Siapakah
yang salah di sini? (Baca 2 Timotius 4:11. Dalam ayat ini dan ayat-ayat
lainnya kita dapati bahwa Markus di kemudian hari bekerja dengan Paulus.
Paulus kini menyebut Markus “pelayanannya penting bagiku.”)
- Pelajaran
apa yang kita bisa ambil dari sini? (Bahwa pemimpin-pemimpin
besar yang bekerja bagi Allah bisa tidak sepakat dan bahkah salah!)
- Baca
Roma 7:14-17. Apakah Paulus senantiasa senang dengan sikapnya? (Tidak.)
- Baca
Roma 7:18-20. Apa yang membedakan Paulus dari kebanyakan orang jahat? (Ia
berkeinginan untuk melakukan hal yang baik.)
- Baca
1 Yohanes 3:7-9. Yohanes ingin agar kita benar-benar paham akan hal ini.
Jika Paulus memiliki sikap yang baik, tapi tetap berbuat dosa apakah ia
“berasal dari Iblis?”
- Baca
Roma 7:21-25. Beginikah hidup umat Kristen, menjadi manusia celaka?
(Paulus berbicara tentang peluang untuk memperoleh “kelepasan.”)
- Baca
Roma 8:1-4. Bagaimanakah “tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita
[orang berdosa]?” (Melalui kehidupan dan kematian Yesus.)
- Baca
Roma 8:5-8. Jika Yesus telah menghidupkan kehidupan yang sempurna untuk
kita, jadi soalkah apa yang kita lakukan? Jadi soalkah apa yang kita
pikirkan? (Paulus mengajarkan bahwa jika kita memikirkan “keinginan Roh”
tindakan kita pun akan sesuai dengan keinginan Roh.)
- Perhatikan
hubungan saudara dengan anggota jemaat yang lain. Mana yang lebih menjadi
kepedulian saudara: apa yang saudara lakukan atau apa yang saudara
pikirkan? (Kita menganggap tindakan kitalah yang paling penting. Namun,
Alkitab mengajarkan bahwa pikiran kitalah yang paling penting.)
- Kalau
pikiran saudara yang paling penting, langkah-langkah apa yang akan
saudara ambil untuk “mengarahkan” pikiran saudara “pada keinginan Roh?”
- Sobat,
kehidupan Paulus menunjukkan bahwa Allah dapat menggunakan orang-orang
yang memiliki talenta melengkapi orang-orang yang kurang bertalenta.
Namun, manakala Allah mengatakan, “Pergilah!” kita perlu menaatinya
sekalipun kita tidak melihat logikanya. Apakah Allah telah memberikan
tugas yang besar kepadamu seperti yang diberikan kepada Paulus ataupun
tidak, Ia telah memberimu misi untuk mengarahkan hati dan pikiranmu pada
arah yang tepat. Maukah hari ini engkau memutuskan untuk, seperti halnya
Paulus, mengikuti tuntunan Allah?
- Pekan
depan: “Segala-galanya Bagi Semua Orang”: Paulus Berkhotbah kepada Dunia.